Beranda Utama Juknis Sekolah Tatap Muka Disebar

Juknis Sekolah Tatap Muka Disebar

0
Juknis Sekolah Tatap Muka Disebar
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin. FOTO: PUTRI DISA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada 15 Maret 2021, tepat satu tahun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilaksanakan di Kota Depok. Rencananya, pada tahun ajaran baru yang akan dilaksanakan pada Juli 2021, Kota Depok akan kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, saat ini Disdik telah memberikan Petunjuk Teknis (Juknis) PTM bagi satuan pendidikan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Depok.

“Sejak Januari yang direncanakan akan dilaksanakan PTM, kami sudah siapkan terkait kesiapan sekolah, dan memberikan juknis kepada satuan pendidikan,” tutur Thamrin kepada Radar Depok, Senin (15/3).

Lebih lanjut, Thamrin menjelaskan PTM pada dasarnya tetap mengutamakan prinsip kesehatan dan keselamatan pendidik dan tenaga kependidikan, siswa, keluarga dan masyarakat, untuk mencapai tumbuh kembang dan psikososial peserta didik dalam layanan pendidikan.

PTM akan mulai dilaksanakan kepada siswa setelah mendapat izin atau kesediaan serta kesepakatan dari orang tua atau wali murid dan juga komite sekolah. Perilaku yang wajib dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, dan orangtua antara lain adalah menggunakan masker tiga lapis, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau handsanitizer, serta menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik.

“Kuota di dalam kelas juga dibatasi. Seperti SLB hanya diberikan kuota sebanyak lima orang dari standarnya delapan orang. Kemudian PAUD lima orang dari standar 15 orang. Serta SD dan SMP hanya 18 orang dari standarnya 36 orang,” jelasnya.

Nantinya, satuan pendidikan berkoordinasi dengan Disdik secara berjenjang melalui pengawas di wilayah binaan dan organisasi mitra dalam persiapan, pelaksanaan, pembinaan hingga monitoring PTM.

“Nanti akan bersinergi dengan kelurahan, puskesmas, dan komite sekolah, terkait zona status Covid-19 di wilayah setempat serta penyesuaian persiapan pelaksanaan PTM,” sambungnya.

Bagi orangtua, diharapkan melakukan antarjemput tepat pada waktunya, dan tidak menunggu anak di sekolah. Kemudian karena kantin belum diizinkan buka, maka anak harus dibekali makanan dan minuman oleh orang tua selama PTM.

“Diharapkan juga orangtua bisa bekerjasama dan mematuhi peraturan yang ada. Serta bisa mengontrol anaknya, setelah pulang tidak bermain kemana dulu, namun langsung pulang ke rumah,” tegas Thamrin.

Menurutnya, kesiapan dari sekolah untuk pelaksaan PTM di Juli mendatang sudah matang. Hanya saja, waktu yang tersisa beberapa bulan menjelang Juli digunakan untuk edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat atau orang tua terkait penerapan PTM nanti.

“Jadi waktu yang tersisa beberapa bulan ini dimanfaatkan untuk memberi edukasi kepada orangtua dan murid untuk pelaksanaan PTM di Juli mendatang,” tambahnya.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Supariyono mengatakan, berdasarkan juknis yang diberikan Disdik sudah sangat komplit dan komprehensif. Hanya saja, dia berharap penerapan PTM bisa bertahap.

“Misalnya bisa dilakukan PTM bagi siswa SMA dan SMP dulu. Kemudian baru SD dan PAUD. Karena kan kalau anak PAUD biasanya belum mengerti apa itu Covid-19, jadi lebih rentan,” tuturnya.

Ia juga berharap sebelum PTM diberlakukan, harus dilakukan uji coba di setiap kecamatan, minimal sekolah negeri satu dan swasta satu. Sebab, apabila dibuka dan terjadi lonjakan kasus, ditakutkan RS tidak cukup untuk menampung.

“Jadi apabila sudah tiba waktu untuk PTM, sudah ada evaluasinya. Jadi usulan dari saya adalah yang pertama dilakukan bertahap dan dilakukan uji coba,” sambungnya.

Uji coba dilakukan agar pada Juli mendatang PTM sudah benar-benar siap dilaksanakan. Dan terkait olahraga yang ditiadakan, seharusnya bisa dilakukan.

“Olahraga juga nantinya bisa dilakukan dengan tetap menerapkan jaga jarak,” tutupnya.(rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR