biopori cinere
BERIKAN : Lurah Pangkalanjati Baru, Sugianto memberikan alat lubang biopori kepada ketua lingkungan diruang kerjanya, belum lama ini. FOTO : PUTRI/ RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, CINERE – Aparatur pemerintahan se-Kecamatan Cinere sedang giat-giatnya menjaga ketersedian air. Caranya, dengan membuat lubang biopori untuk resapan air di peringatan hari bumi se dunia 2021. Ditaksir akan tercipta puluhan ribu lubang biopori se-Kecamatan Cinere.

Camat Cinere, Mangnguluang Mansur mengaku, telah melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintahan di empat kelurahan lingkup Kecamatan Cinere. Hal ini guna menindaklanjuti program pembuatan lubang biopori di setiap wilayah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran kelurahan dan telah ditindaklanjuti hingga ke ketua lingkungaa. Warga dapat segera memulai pembuatan lubang biopori, sedangkan teknis dan titik lokasi pembuatan lubang biopori itu kami serahkan kepada lingkungan masing masing,” beber camat.

Sementara, Lurah Pangkalanjati Baru (PJB), Sugianto mengaku, telah menyerahkan alat pembuatan lubang biopori kepada 6 Ketua RW. Telah disepakati untuk setiap wilayah RT minimal akan membuat lubang biopori sebanyak 20 lubang.

“Kami sudah serahkan Bor alat pembuatan lubang Biopori kepada Ketua RW, dan kami sudah sepakat setiap RT akan membuat minimal 20 lubang biopori,” kata lurah.

Dia menambahkan, pembuatan lubang biopori sangat penting untuk resapan air, sehingga ketersediaan air bawah tanah akan seimbang baik saat musim panas maupun musim penghujan. Begitu juga saat musim panas ketersediaan air bawah tanah akan terpenuhi dari aliran air yang diserap oleh lubang biopori. “Kami sangat berharap warga tidak mengabaikan fungsi lubang biopori dan kalau bisa ikut secara swakarsa membuat lubang biopori dilingkungan sekitarnya,” terangnya.

Lurah Gandul, Mursalim Saimin menyebut, telah menyebarkan bor alat pembuatan lubang biopori kesejumlah lingkungan, dia mengatakan pembuatan lubang biopori diwilayah Kelurahan Gandul, telah dilaksanakan sejak tanggal 25 Maret.

“Kami minta kepada warga untuk membuat lubang biopri sebanyak banyaknya terutama bagi warga yang memiliki lahan pekarangan relatif luas. Kami juga fokus mengoptimalkan pembuatan lubang biopori di sisi ruas jalan raya untuk mengkover drainase yang tidak berfungsi optimal,” tutup Mursalim. (rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Junior Williandro