Beranda Satelit Depok Kecewa dengan AIA, Layangkan Somasi Sampai ke Pengadilan

Kecewa dengan AIA, Layangkan Somasi Sampai ke Pengadilan

0
Kecewa dengan AIA, Layangkan Somasi Sampai ke Pengadilan
KECEWA : Nasabah AIA, Sutomo (kiri) menunjukan surat somasi kepada asuransi AIA, Minggu (28/3). Dia kecewa dengan sikap AIA yang tak kunjung memberikan polis asuransi, termasuk menuntut dikembalikan uangnya. FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sutomo dibuat jengkel dengan sikap asuransi AIA. Bertahun-tahun menanam uangnya disana, namun hingga kini dirinya tak pernah mendapat polis asuransi. Ia pun menempuh jalur hukum, agar uangnya senilai Rp500-an juta bisa dikembalikan.

Kronologi dimulai saat dirinya menabung di sebuah bank swasta di Kota Depok. Di loket, ia dihampiri dua orang agen dari AIA. Mereka menawarkan agar dia bisa ikut AIA. “Katanya nanti sama saja seperti ditabung. Bisa diambil kapan saja,” ungkapnya kepada Radar Depok, Minggu (28/3).

Dia pun setuju untuk mengambil asuransi disana. Tak sendiri. Anak dan istrinya pun ikut. Sampai saat ini, berarti ia sudah ikut selama lima tahun.

Anehnya saya tidak diberikan polis asuransi. Hanya dapat kartu pengenal anggota AIA dari si agen AIA. Kalau kartu pengenal tersebut sama saja dengan uang. Bisa diuangkan dan bisa buat apa saja,” terangnya.

Berjalannya, dirinya pun mulai mencium gelagat tak enak. Dia pun kembali ke bank, tempatnya bertemu agen AIA pertama kali. Disina, ia mendapat nomor telepon. “Saat saya hubungi, tidak mendapat itikad baik. Dengan itu, saya mensomasi yang sudah dilakukan dua kali, juga tidak ada itikad baik, dan lanjut dilakukan gugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” terangnya.

Kuasa hukum Sutomo, Ansari Lubis menambahkan, langkah hukum terpaksa dilakukan lantaran merasa tidak ada itikad baik dari AIA.

Kami sampai somasi dua kali. Pada somasi kedua, barulah ada jawaban dari mereka. Mereka bilangnya sudah menyerahkan polis asuransi. Padahal klien kami tidak pernah menerima,” tambahnya.

Soal gugatan di PN Jekarta Selatan, terang dia, saat ini masih dalam proses mediasi. Mediasinya memiliki jangka waktu 30 hari. Jika sudah 30 hari, berhasil atau tidak berhasilnya mediasi, akan tetap dilanjutkan ke proses persidangan atau masuk pokok perkara.

Apabila berhasil atau ada perdamaian, maka akan diajukan buat akta perdamaian yang dikeluarkan pengadilan berupa akta. Intinya Rp500 juta klien kami harus dikembalikan,” jelasnya.

Untuk diketahui, ramai-ramai coleteh nasabah yang kecewa dengan AIA, nyatanya terjadi di dunia maya. Bahkan sampai ada grup media sosial. Intinya mereka kecewa.

Soal ini, Chief Marketing Officer PT AIA Financial, Lim Chet Ming menyebut jika nasabah adalah prioritas utama perusahaan. Lim mengungkapkan untuk nasabah yang mempertanyakan produk Unitlink AIA disebutkan produk itu sudah sesuai dengan aturan.

Dapat kami sampaikan seluruh produk AIA dirancang dengan fitur dan manfaat yang sudah mengikuti aturan regulator,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip dari detik.com, Sabtu (27/3).

Kemudian Asuransi AIA mengimbau kepada nasabah sebelum membeli agar mendapatkan penjelasan dari tenaga pemasar terkait produk yang dibeli.

Misalnya dengan mempelajari polisnya terlebih dulu. Lim juga menyampaikan jika dalam kurun waktu tertentu tersebut nasabah ingin membatalkan polis maka nasabah bisa mengembalikan seluruh premi yang telah disetorkan.

Seluruh tenaga pemasar Asuransi AIA disebut telah mengikuti proses pelatihan internal dan sertifikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) agar memiliki pengetahuan produk yang baik dan mampu memasarkan seluruh produk sesuai aturan yang berlaku.

Lim mengatakan, terkait beberapa pemberitaan tentang keluhan nasabah AIA di laman Facebok, menyatakan nasabah merupakan prioritas utama, sejalan dengan komitmen perusahaan membantu jutaan keluarga di Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik.

“Saat ini kami tengah mempelajari data pada laman Facebook tersebut dan terus melakukan proses pengecekan untuk melakukan validasi nama-nama yang ada di forum ini dan memastikan siapa saja yang memang adalah nasabah terdaftar kami, serta sudah menyampaikan keluhannya melalui saluran komunikasi resmi AIA yaitu Customer Care Line,” pungkasnya. (rd/tul/dtk)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Junior Williandro