KEJAKSAAN
LAPORAN TAHUNAN : Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sri Kuncoro bersama Jajaran saat melakukan pelaporan kinerja capaian tahun 2020, di lingkungan Kantor Kejaksaan Negeri Depok, Jalan Boulevard GDC, Kecamatan Cilodong. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Banyaknya laporan yang masuk dengan berbagai permasalah termasuk korupsi di Kota Depok, mendapat respon dari Kejaksaan Negeri Kota Depok.

Korps Adhyaksa ogah terima laporan yang hanya bersifat formalitas. Sifatnya menekan untuk memanfaatkan.

Hal ini dengan tegas dinyatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Depok, Sri Kuncoro saat melangsungkan audiensi dengan salah satu ormas di Kota Depok.

“Kita tidak akan menanggapi hal tersebut bahkan ketika kami melakukan pendampingan kerjasama MoU pihak-pihak terkait bukan berarti Kejaksaan sebagai bemper. Apalagi, mohon maaf ya, kalau hanya laporan sekedar formalitas untuk menekan pihak-pihak diluar dengan memanfaatkan,” tegasnya.

Terkait kasus korupsi, dirinya berharap, masyarakat maupun berbagai komponen lainnya dapat berperan dalam memberantas aksi ‘si tikus kantor’ tanpa ada kepentingan lain. Hal ini akan membantu Pemerintah dalam mewujudkan wilayah yang bebas korupsi dan sebagainya yang bersifat merusak citra.

Saya berharap ormas maupun masyarakat konsisten dan konsekuen dalam rangka turut berperan serta dalam pemberantasan korupsi tanpa ada kepentingan tertentu,” jelas Sri.

Sri menerangkan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pengecekan fakta usai adanya laporan ataupun indikasi awal. Namun semua masih dalam tahap awal, sehingga tidak semua pemeriksaan harus dipublikasikam, karena ada yang bersifat rahasia.

Peran masyarakat bisa disemua sisi dalam pencegahan korupsi. Kita harus komitmen ketika ada laporan sudah ada indikasi awal untuk bijakan kita pertama dan harus melakukan cek and ricek dulu,” tandasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro