Beranda Utama Kena Tilang Elektronik! Pahami Denda dan Cara Bayarnya

Kena Tilang Elektronik! Pahami Denda dan Cara Bayarnya

0
Kena Tilang Elektronik! Pahami Denda dan Cara Bayarnya
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM – Secara nasional di 12 polda di Indonesia telah memberlakukan Sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE). Total keseluruhan ada 244 kamera ETLE yang terpasang, sedangkan di Polda Metro Jaya terdapat kamera ETLE di 98 titik.

Apabila pengendara melanggar, si pelanggar akan mendapat surat tilang yang dikirim ke alamat sesuai dalam surat kendaraan.

Besaran denda akan disesuaikan dengan jenis pelanggaran yang sudah tertuang dalam Undang-ungan (UU) No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Berikut jenis pelanggaran dan besaran denda berdasarkan situs resmi ETLE Polda Metro Jaya :

  • Menggunakan gawai (telepon selular). Pelanggar dipidana kurungan penjara selama 3 bulan atau denda Rp 750.000.
  • Tidak mengenakan sabuk pengaman. Pelanggar dikenai hukuman penjara selama satu bulan atau denda Rp 250.000.
  • Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan. Pelanggar mendapat sanksi kurungan penjara hingga dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000.
  • Tidak memakai helm. Pelanggar dikenai hukuman penjara paling lama satu bulan atau denda Rp 250.000.
  • Memakai pelat nomor palsu. Pelanggar dipidana penjara paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp 500.000.

Pelanggar akan menerima surat konfirmasi dari petugas paling lambat tiga hari setelah tercatat sebagai pelanggar.

Dalam surat klarifikasi tersebut, tercatat jenis pelanggaran yang terekam kamera ETLE dan masuk ke pusat data TMC Polda Metro. Pemilik kendaraan dapat mengklarifikasi jika ada kekeliruan dalam proses tilang.

Waktu untuk klarifikasi adalah tujuh hari setelah pengiriman surat konfirmasi. Klarifikasi dapat dilakukan pemilik kendaraan melalui situs https://etle-pmj.info/.

Jenis klarifikasi yang bisa dilakukan antara lain bahwa kendaraan misalnya dikendarai orang lain atau kendaraan itu telah dijual.

Jika penerima surat merupakan pelanggar yang tertangkap kamera ETLE, pembayaran denda dapat dilakukan. Setelah masa klarifikasi berakhir, pelanggar akan mendapatkan surat tilang biru dengan kode BRI virtual.

Kode itu yang digunakan untuk pembayaran melalui Bank BRI atau dapat mengikuti sidang yang ditentukan.

Pelanggar memiliki waktu tujuh hari lagi setelah proses klarifikasi bayar denda. Sebaiknya, pembayaran denda dilakukan segera guna menghindari pemblokiran STNK. STNK yang diblokir berujung pada STNK itu tidak bisa diperpanjang.

Namun STNK yang sudah terblokir dapat diaktifkan lagi, tetapi setelah membayar denda tilang. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya