Beranda Utama Kenaikan Isa Al-Masih di Depok Digelar Online-Offline

Kenaikan Isa Al-Masih di Depok Digelar Online-Offline

0
Kenaikan Isa Al-Masih di Depok Digelar Online-Offline
PENGAMANAN: Gabungan TNI-Polri Kota Depok saat melakukan pengecekan dan pengamanan di salah satu gereja di Kota Depok, Senin (29/3). FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang hari Paskah atau Kenaikan Isa Al-Masih, ratusan personel gabungan TNI-Polri melakukan pengamanan gereja di Kota Depok.

Kasat Sabhara Polres Metro Depok, Kompol Subandi mengatakan, sebanyak 250 personel gabungan TNI-Polri melakukan patroli rutin. Terutama ke gereja-gereja yang ada di Kota Depok menjelang hari Paskah, Jumat (2/4), untuk pengamanan gereja.

“Sebelumnya, kami telah berpatroli rutin, sebagai antisipasi atas kejadian di Makassar kemarin,” ungkap Kompol Subandi kepada Radar Depok, Senin (29/3).

Terkait pengamanan gereja, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keamanan yang ada di gereja. Dan mengerahkan sepuluh personel di setiap gereja. “Kami akan membantu penjagaan di gereja. Bagi gereja yang besar, akan kami bantu dengan 10 personel. Intinya disesuaikan saja,” ujarnya.

Selain melakukan penjagaan yang ketat, nantinya jemaat yang memasuki gereja akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Pihaknya pun selain menyiapkan personel gabungan TNI-Polri, juga akan menyediakan mobil. Meski begitu, ia meminta masyarakat tidak panik, dan tetap waspada. Apabila ada yang mencurigakan, ia menyarankan agar segera melapor ke TNI-Polri atau security.

“Intinya tetap waspada, namun jangan panik. Jangan segan melapor apabila sudah mulai ada yang mencurigakan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Kota Depok, Bebalazi Zega mengatakan, khusus tahun ini perayaan Kenaikan Isa Al-Masih dilakukan dengan dua cara, yaitu online dan offline. “Kami tetap merayakan Paskah, tentunya dengan kewaspadaan akibat kejadian kemarin di Makassar,” ungkap Bebalazi kepada Radar Depok, Senin (29/3).

Ia menuturkan, pihaknya percaya bahwa hanya segelintir orang saja yang berbuat seperti di Makassar. “Hanya segelintir orang, tidak mewakili seluruhnya. Kembali kepada pribadi masing-masing,” ujarnya.

Lebih lenjut, dirinya menjelaskan, bahwa di masa pandemi Covid-19, perayaan Paskah yang dilakukan secara offline diatur kedatangannya. Seperti jumlah kapasitas ruangan, rata-rata kapasitas ruangan diisi 25 sampai 30 persen, dengan jarak 1,5 meter. “Kami batasi juga karena sedang ada pandemi. Kapasitas ruangan pun tidak diisi sampai 50 persen,” lanjutnya.

Menurutnya, kebijakan di tiap gereja masing-masing berbeda, dalam hal keamanannya. Ada yang berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat, bahkan bisa juga meminta bantuan kepada anggota internal gereja yang bisa menjaga keamanan gereja. Bebalazi menganggap, pelaksanaan ibadah yang tidak bisa sepenuhnya dilakukan di rumah tidak menghilangkan rasa khidmat bagi para jemaahnya.

“Karena bagi kami bukan masalah tempat. Di rumah pun melaksanakan ibadah tidak mengurangi khidmatnya, tergantung pribadi masing-masing,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pendeta Kota Depok, Samuel Riwu mengatakan, hampir semua gereja di Kota Depok sudah melaksanakan ibadah secara langsung. Meskipun, tidak berkapasitas 100 persen dari biasanya. “Rata-rata gereja tetap buka, untuk para jemaatnya beribadah,” tutur Samuel kepada Radar Depok.

Namun, pembukaan gereja yang diperuntukkan ibadah, tetap mematuhi aturan dari pemerintah daerah. Yang hanya berkapasitas 25 sampai 30 persen. “Jadi, kami tetap ada pembatasan,” tandasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR