bakmi
KISAH SUKSES : Shinta menunjukan kios bakmi miliknya. RADAR DEPOK

Suami istri ini berjualan bakmi sudah hampir 10 tahun. Awalnya menggunakan gerobak yang di dorong setiap hari. Mangkal dari sekolah ke sekolah, dari pagi hingga larut malam.

===============================

RADARDEPOK.COM, Kini, setelah berhasil melewati berbagai rintingan dalam mengembangkan usaha, mereka sudah mampu menyewa sebuah kios. Sederhana memang. Namun cukup untuk menjadi tempat memutar bisnis.

Warung bakmi shinta betempat di Jalan Masjid Nurul Huda, Kampung Parung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya.

Bakmi yang ia buat adalah homemade resep yang diberikan orangtua Shinta. Dia adalah anak keturunan Tiongkok dan Jawa. Makanya, bakmi yang ia buat sedikit berbeda dengan bakmi pada umumnya. Kini orangtua shinta sudah meninggal. Ia dan suami yang meneruskan usaha dari orangtuanya tersebut.

Pagi hari ia gunakan untuk membuat bakmi beserta adonan lainya. Setelah semuanya selesai ia dan suami berkeliling menjual bakmi. Pekerjaan itu ia lakukan selama tujuh tahun lamanya. Saat ini Shinta sudah mempunyai toko dan sejumlah karyawan.

Meski masih sewa, tetapi Shinta sangat bersytukur bisa sampai dititik ini. Bahkan sampai bisa menguliahkan anak–anaknya.

Untuk jumlah menu pun sudah banyak. Tidak hanya bakmi. Shinta juga membuka susu jahe dan kebab, dengan masing–masing karyawan satu untuk kedai yang ia buka. Dimasa pandemi ini ia menuturkan omset penjualanya ikut menurun, oleh karena itu ia harus melakukan inovasi baru untuk terus mengembangkan usaha yang ia miliki.

Kami berencana membuka cabang. Mohon doa,” tandasnya. (rd/mg6)

Editor : Junior Williandro