Klinik Belajar
BELAJAR: Siswa SMPN 3 Depok saat mengikuti program klinik belajar, beberapa waktu lalu. FOTO: IST FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pendidikan Kota Depok membuat program Klinik Belajar, bertujuan membantu para siswa apabila ada kesulitan saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berlangsung.

Kepala SMPN 3 Depok, Erna Iriyani mengatakan, sekolahnya telah menerapkan program klinik belajar. Sudah ada beberapa siswa yang masuk ke klinik belajarnya.

“Kami memang telah menerapkan klinik belajar ini untuk membantu siswa yang ada kendala saat PJJ,” tuturnya kepada Radar Depok, Senin (8/3).

Lebih lanjut, Erna menjelaskan, di SMPN 3 Depok tidak banyak siswa yang masuk ke klinik belajar. Karena rata-rata siswa di SMPN 3 tidak terlalu memiliki kendala yang berarti. Adapun masalah yang biasa dialami oleh siswa adalah, masih adanya nilai-nilai yang kosong, kurang nilai dalam mengerjakan tugas, dan tidak memiliki penunjang untuk PJJ.

“Beberapa waktu lalu ada siswa yang tidak memiliki ponsel untuk menunjang PJJ, kemudian mereka datang ke klinik belajar. Namun, sekarang untuk siswa yang tidak memiliki ponsel, sudah ada solusinya dengan diberikan ponsel,” jelasnya.

Terkait pembatasan waktu dan berapa banyak siswa yang bisa datang ke klinik belajar, hal tersebut sudah sesuai dengan aturan yang diberikan oleh Disdik Kota Depok. “Kalau untuk waktunya maksimal dua jam. Tidak baku mesti jam berapa sampai jam berapa, karena kan ini sesuai dengan kebutuhan,” sambungnya.

Klinik belajar yang diterapkan menurutnya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Agar tidak terjadi penularan virus antara satu sama lain.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Supriatni mengatakan program klinik belajar yang diterapkan saat PJJ dapat dibilang program yang bagus. Karena menurutnya, tidak semua anak beruntung dan bisa mengikuti PJJ secara lancar.

“Karena kan pasti ada siswa yang kesulitan secara ekonomi, sehingga tidak memiliki ponsel. Jadi anak bisa langsung datang ke sekolah,” tuturnya.

Supriatni sangat mendukung program klinik belajar, asalkan diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Karena kan juga diatur berapa banyak orangnya, jadi tetap menerapkan prokes,” ucapnya.

Senada, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Farida Rachmayanti mengatakan, klinik belajar yang dibuat oleh Disdik Depok sangat inovatif dan solutif untuk menyikapi situasi pandemic Covid-19.

“Program ini menunjukkan pendampingan yang serius dari pemerintah bagi para peserta didik yang memiliki keterbatasan. Jadi, pemerintah benar-benar hadir bersama siswa, orangtua, dan keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, program klinik belajar sejalan dengan ruh Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang menyatakan bahwa sistem pendidikan harus mampu menjamin pemeratan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

“Tantangan kita semua saat ini adalah pandemi Covid-19. Maka dari itu, terobosan-terobosan  solutif penting untuk dilakukan,” sambungnya.

Farida juga mengatakan, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.

“Dalam hal ini Disdik Depok aware terhadap kebutuhan suasana dan proses belajar yg dibutuhkan secara kasuistik. Yakni siswa yang kesulitan dengan pola PJJ. Sehingga tidak membiarkan begitu saja atau abai terhadap kebutuhan-kebutuhan khusus yang terjadi di lapangan,” tutupnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR