Kadisdik Thamrin
BERI PENJELASAN: Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin. FOTO: PUTRI DISA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Siswa pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Depok, hingga saat ini masih menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Untuk membantu setiap permasalahan siswa selama PJJ, maka di semester genap ini Dinas Pendidikan Kota Depok telah meluncurkan program Klinik Belajar.

Kepala Disdik Kota Depok, Mohamad Thamrin menyebutkan, program klinik belajar baru diterapkan sejak semester dua, tepatnya di awal tahun 2021. Klinik belajar merupakan tempat konsultasi siswa kepada guru di sekolahnya.

“Sekolah setiap hari menyiapkan klinik belajar. Siswa bisa datang ke sekolah, apabila mengalami kesulitan dalam PJJ,” tutur Thamrin kepada Radar Depok, Minggu (7/3).

Thamrin menjelaskan, klinik belajar yang tersedia di satuan pendidikan masing-masing memiliki batas waktu dan batas jumlah siswanya.

“Tidak boleh lebih dari dua anak yang datang, kemudian juga waktunya dibatasi hanya dua jam,” jelas Thamrin.

Thamrin menuturkan, klinik belajar berfungsi sebagai pemecah masalah siswa, apabila siswa butuh perlakuan khusus. Misalnya kesulitan dalam belajar, bisa langsung datang ke klinik belajar.

“Contohnya, apabila ada anak SD yang belum bisa baca, kemudian butuh bantuan agar bisa cepat baca. Maka akan dibantu oleh gurunya di klinik belajar,” tuturnya.

Thamrin menegaskan, bahwa semua sekolah di Kota Depok belum boleh diizinkan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), alias masih harus melaksanakan PJJ.

“Semua sekolah masih melaksanakan PJJ. Kalaupun ada siswa yang datang ke sekolah, biasanya yang memang memiliki kesulitan dalam PJJ saja,” sambungnya.

Selain itu, siswa yang datang ke sekolah adalah siswa-siswa yang mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru, bukan melaksanakan PTM. Karena, zona Kota Depok masih oranye, sehingga masih menimbulkan bahaya apabila sekolah dilakukan secara tatap muka.

Terpisah, salah satu siswa SMPN 13 Kota Depok, Muhammad Rifqi mengaku, sampai saat ini dirinya belum pernah memanfaatkan klinik belajar yang disediakan oleh sekolahnya. “Karena sampai saat ini, saya memang belum ada keluhan dalam PJJ,” tuturnya.

Namun, dia berharap agar PJJ bisa segera berakhir, serta pembelajaran tatap muka bisa kembali dilaksanakan. Ia menilai PJJ kurang efektif, karena siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran metode tatap muka.

“Kalau dilihat PJJ memang kurang efektif dan saya sudah bosan di rumah. Namun, dengan adanya klinik belajar, menurut saya, bisa menjadi solusi bagi siswa yang merasa kesulitan dalam pelajaran,” tutupnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR