boks 22
DAUR ULANG: Komunitas Ecovillage Green Tirtajaya pada Pameran Gelar Produk Unggulan Khas Daerah yang diselenggarakan oleh Pemkot Bandung dan GPUKD Bandung di Ciwalk, Sabtu (14/11). IST

RADARDEPOK.COM – Volume sampah setiap harinya menjadi problem tersendiri bagi setiap kota. Terlebih limbah yang tidak ramah bagi lingkungan seperti popok bekas. Bila dibiarkan, maka berdampak kepada lingkungan. Komunitas Ecovillage Green Tirtajaya melakukan daur ulang sampah menjadi barang-barang unik, inovatif dan menghasilkan.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

Perjalanan membenahi dan menata lingkungan menjadi salah satu tugasnya. Pengolahan sampah merupakan amanah. Tentunya melibatkan proses kreatif di dalamnya. Tidak sembarang orang bisa menyulap limbah menjadi sesuatu yang cantik dan memiliki nilai jual tinggi. Apalagi, pampers bekas yang dikenal tidak ramah bagi lingkungan.

Setiap harinya, ada saja kiriman kantong plastik dari warga sekitar. Dari kantong plastik itu tercium aroma tak sedap. Rupanya itu semua berisi limbah pampers bekas sekali pakai. Popok sekali pakai menjadi salah satu pilihan praktis para orang tua yang memiliki anak bayi atau balita. Tak hanya balita, orang lanjut usia juga memakai barang tersebut. Saking praktisnya, kerap ditemukan limbah popok bekas dimana-mana, baik di aliran sungai, di pinggir jalan raya dan merusak ekosisitem.

Melibatkan 10 orang pemuda anggotanya itu, popok bekas dari lingkungan sekitar dan tetangga dirubah menjadi sebuah wadah tanaman dengan berbagai kreasi motif yang cantik.

Warnanya yang elok akan membuat siapa saja menjadi tertarik untuk mengoleksi barang daur ulang limbah tersebut. Satu pot cantik ini memiliki harga yang  lumayan terjangkau.

“Per harinya kami bisa memproduksi 20 pot sampai 25 pot dengan bermacam-macam warna dan pola dan satu pot kami jual seharga Rp15–Rp20 ribu,” kata Ketua Ecovillage Tirtajaya, Endah Kusdiarwati Purborin.

Siapa sangka, dari pot kerajinan daur ulang itu. Membawa mereka, Ecovillage Green Tirtajaya turut serta menjadi salah satu perwakilan Kota Depok untuk mengikuti Pameran Gelar Produk Unggulan Khas Daerah yang diselenggarakan oleh Pemkot Bandung dan GPUKD Bandung di Ciwalk.

Ini merupakan pameran tahunan produk unggulan daerah, pariwisata, industri kreatif, konservasi alam, Pertanian, Kelautan perikanan, Perdagangan dan peluang investasi tingkat nasional. Tepat pada pertengahan November 2020, begitu mendapat dukungan dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Depok. Mereka berangkat ke Ciwalk menggunakan dua mobil.

“Disana selama tiga hari kita buka stand dan mengisi workshop. Kami praktikan dan buat pot dari popok bekas. Bahannya ada yang kami bawa dan dibeli disana,” bebernya.

Popok bekas itu menjadi primadona tersendiri dalam pameran tersebut. Satu persatu pengunjung tertarik dan menanyakan bagaimana cara membuat popok cantik ini? Mereka pun langsung mencontohkan proses pembuatannya.

“Kami juga ikut mengangkat pot ini menjadi salah satu craft dari Depok di dalam pameran. Tidak lupa kami juga mengajari masyarakat disana untuk membuatnya,” terangnya.

Dari sanalah, mereka mendapatkan predikat juara III stand terbaik se-Indonesia yang mengangkat tema craft dan pariwisata Kota Depok. Rasa bangga dan haru dirasakan baik oleh ketua dan para anggotanya. (bersambung)

Editor : Fahmi Akbar