boks daffa
PRODUK: Komunitas Ecovillage Green Tirtajaya saat mengerjakan proyek dari Kementerian Kesehatan untuk membuat 150 ribu masker bersama konveksi di daerah Kelurahan Jatimulya pada September lalu. IST

RADARDEPOK.COM – Alat pelindung diri (APD) menjadi tren di masa pandemi. Awalnya paparan Virus Korona mewabah di tanah air. Masker menjadi salah satu proteksi diri yang paling sulit dicari. Baik di supermarket maupun di apotek sekalipun.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

Merambah dari yang awalnya sebuah komunitas. Kini, Ecovillage Green Tirtajaya mengembangkan sayapnya ke dunia Ekonomi Bisnis. Selain popok dari dipapers bekas, mereka juga punya produk unggulan lainnya. Tentunya menggunakan barang daur ulang dengan memanfaatkan limbah masyarakat sekitar. Seperti kerajinan dari koran bekas, maupun minyak jelantah.

Pada November 2020, Komunitas tersebut mendapati tawaran untuk mengerjakan suatu proyek besar. Yakni membuat masker bagi para petugas medis yang terbuat dari kain. Mendengar hal tersebut, dengan berdiskusi sejenak akhirnya menyepakati untuk mengerjakannya.

Dalam prosesnya. Bantuan dari beberapa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Depok tak luput dari bagian. Yang harus mereka kerjakan adalah 150 ribu masker. Akhirnya, ratusan masker itu dibagikan proyek pembuatannya.

Selain membagikan tugas, Ecovillage Green Tirtajaya turut bekerjasama dengan satu konveksi yang terletak di Jalan Jawa No45, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Selama enam minggu lamanya, akhirnya masker berwarna putih itu jadi. Dan diberikan kepada Kementerian Kesehatan untuk didistribusikan bagi tenaga kesehatan yang ada di seluruh Indonesia.

“Kami mendapat proyek pengerjaan masker untuk tenaga medis dari Kemenkes sekitar September 2020. yang dikerjakan itu 150 ribu masker dengan tenggang waktu enam minggu. Dan dibagi ke 11 UMKM di Kota Depok,” ungkap Ketua Ecovillage Green Tirtajaya, Endah.

Kemudian, proyek selanjutnya datang dari Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) di November 2020. sebanyak 100 ribu masker perlu dibuat. Pengerjaannya pun dibagi kepada 10 UMKM. Namun, dalam prosesnya, ada pelaku usaha yang tidak bisa menyanggupi target. Akhirnya Ecovillage Tirtajaya mengerjakan lebih dari target. Jangka waktu yang diberikan oleh dinas terkait adalah empat puluh hari. Waktu yang terbilang singkat.

Permintaan demi permintaan pembuatan masker terus berdatangan. Di kesempatan lain, Satgas Covid-19 Kelurahan Tirtajaya juga mempercayakan pembuatan masker kain kepada mereka. Dengan desain logo Kota Depok disebelah kanan. Dan tulisan Satgas Covid-19 Kelurahan Tirtajaya di sebelah kiri.

Selain mengerjakan pesanan. Mereka juga menjual beberapa kreasi masker yang unik, cantik dan menggemaskan bagi para perempuan. Warna dan motif yang dipakai bisa memikat sepasang mata untuk membelinya. Bahkan kini, masker buatan mereka bisa ditemukan di gerai UMKM dari Sukma Craft yang berada di Kantor Kecamatan Sukmajaya. (rd/daf)

Editor : Fahmi Akbar