blok A cinere
LAYANGKAN : Petugas Satpol PP Depok melayangkan surat perintah bongkar ke ratusan PKL di depan Ruko Blok A Cinere, beberapa tahun lalu. IST

RADARDEPOK.COM, CINERE – Seolah tak sudah-sudah sejak dulu. Kelurahan Ciner, sudah kesekian kalinya akan mengundang para anggota Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Ruko Blok A Rw 06 Cinere, terkait penataan lapak dagangan dan kebersihan diareal depan ruko.

“Hari ini (kemarin red) kami akan meninjau lokasi areal parkir, yang kembali dipadati pedagang, dan kami akan undang para pedagang kekantor kelurahan untuk membicarakan soal kebersihan dan penataan kawasan itu agar tidak kumuh dan semrawut,” ujar Lurah Cinere, Pupung Purwawijaya.

Menurutnya, jika telah diingatkan para pedagang masih membandel. Pihaknya, akan merekomendasikan kepada Satpol PP Kota, untuk kembali melaksanakan penertiban PKL dikawasan itu seperti yang pernah dilakukan pada beberapa tahun silam.

Dia menambahkan, penataan areal parkiran Ruko Blok A Cinere, sangat penting. Mengingat, kawasan itu merupakan salah satu pintu masuk wilayah Kota Depok kawasan barat, yang berbatasan dengan dua Provinsi yakni Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten.

“Kawasan itu merupakan bagian wajah dari Kota Depok, jadi memang harus bersih dan rapi tidak boleh kumuh,” ujar Pupung.

Dia mengingatkan, jika pihak Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak mampu konsisten menjaga kebersihan dan penataan areal parkir, maka pihaknya tidak akan kembali memberi toleransi.

“Untuk besok (hari ini) kami akan memberikan peringatan untuk kesekian kalinya, tapi ini peringatan terakhir, jika tidak diindahkan maka bukan kami lagi yang akan turun melainkan Satpol PP Kota,” tegas Pupung.

Hal senada dilontarkan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Ahmad Jayadi.

“Saya setuju dengan sikap pak Lurah, memang harus tegas menghadapi para pedagang kaki lima, dan kalau mereka tetap bandel dan tak peduli dengan kebersihan areal itu, bisa saja mereka ditertibkan,” kata Jayadi.

Penanganan masalah PKL dan aktivitas parkir dihalaman ruko Blok A RW6 Cinere, memang sangat dilematis. Sebab, lahan yang dioptimalkan bukan merupakan lahan fasos fasum melainkan masih termasuk aset lahan ruko. Namun, dari sisi penanganan kebersihan, Pemerintah tentu memiliki tanggung jawab dan kewenangan terlebih kawasan tersebut merupakan salah satu ointu masuk wilayah Depok.

“Dilema memang jika kita bicara soal penindakan dilokasi itu, butuh kesadaran semua pihak untuk bersama sama menjaga kebersihan dan keindahan kawasan itu agar tidak terlihat kumuh dan semrawut,” tandas dia. (rd/tul)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Junior Williandro