mahfud MD bendera
Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 laskar FPI yang dipimpin Amien Rais diminta untuk menyerahkan bukti -bukti terkait tudingan pelanggaran HAM berat kasus tewasnya laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, bukti pelanggaran HAM beras harus terstruktur, sistematis dan masif. Namun, sambungnya, hasil termuannya tak ada bukti-bukti pelanggaran HAM berat.

“Kami menunggu terbuka. Saya katakan TP3 bukannya juga sudah diterima oleh Komnas HAM diminta mana buktinya, secuil saja, bahwa ada terstruktur, sistematis dan masif-nya. Ndak ada tuh,” ujarnya.

Lanjutnya, ia mengatakan dari pertemuan TP3 dengan Komnas HAM, hasilnya tidak ditemukan pelanggaran berat.

Pelaku penembakan enam laskar FPI bisa diadili dari bukti-bukti. Oleh karena itu, Pemerintah membutuhkan bukti-bukti adanya pelanggaran HAM berat.

“Ada di berita acaranya bahwa TP3 sudah diterima, tapi ndak ada. hanya mengatakan yakin. Nah kalau yakin tidak boleh karena kita punya keyakinan juga banyak pelakunya ini pelakunya itu otaknya itu dan sebagainya, yang membiayai itu juga yakin kita tapi kan tidak ada buktinya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, pemerintah tidak mengintervensi Komnas HAM dalam kasus ini. Bahkan, Kepala Negara mempersilahkan Komnas HAM untuk memanggil siapapun yang mempunyai bukti terkait penembakan enam lasakar FPI.

“Waktu itu presiden mengumumkan sesuai dengan kewenangan yang diberikan Undang-Undang silahkan Komnas HAM bekerja sebebas-bebasnya, panggil siapa saja yang merasa punya pendapat dan punya bukti,” tuturnya.

“Yang merasa punya keyakinan panggil nanti sampaikan ke presiden apa rekomendasinya. Presiden pemerintah sama sekali tidak ikut campur, tidak pernah minta agar Komnas HAM menyimpulkan ini, menyimpulkan itu tidak,” tukasnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya