RAFFI
MEDIASI DEADLOCK : Suasana sidang dengan gugatan terhadap Raffi Ahmad, di Pengadilan Negeri (PN) Depok, kawasan Boulevard GDC. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Gugatan terhadap Raffi Ahmad yang tengah berproses di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok memasuki babak baru. Sebelumnya dilakukan mediasi. Namun berujung deadlock.

Tidak ada kecocokan terhadap gugatan yang dilayangkan. Berarti perkara dilanjutkan dengan sidang berikutnya, dan mediasi sudah tidak dilanjutkan lagi,” ungkap David Tobing, seorang pengacara sekaligus sebagai penggugat perkara ini.

Dirinya berharap, tergugat melakukan jawaban secara langsung ke pihak penggugat pada sidang lanjutan mendatang. Gugatan, lanjut dia, akan terus berlanjut. Sebab pada sidang pertama, pihak penggugat hanya menghadirkan kuasa hukumnya. Namun dalam proses hukum acara tergugat dan penggugat wajib dipertemukan dahulu.

Mediasi tidak berjalan baik. Seharusnya kalau mau mediasi berjalan, tergugat harus hadir bertemu dengan penggugat untuk diselesaikan ke ranah mediasi. Tapi karena mediasi belum selesai, kami butuh keterangan dari tergugat,” bebernya.

Ia melanjutkan, lantaran mediasi tidak berhasil, maka proses perkara ini berlanjut dengan jawaban dari tergugat, sehingga Raffi harus menjawab gugatan yang penggugat sampaikan.

Biasanya untuk gugatan, kerap dijawab dengan bantahan. Apapun jawaban dari tergugat, kami menerima, yang penting dipertemukan dulu oleh tergugat,” tambah David.

Untuk diketahui, kasus ini dilandasi sikap Raffi yang dinilai tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes). Itu terjadi saat ia menghadiri sebuah pesta di Jakarta, Rabu (13/1) malam.

Padahal paginya, Raffi disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac di Istana Negara, Jakarta Pusat, bersama Presiden Joko Widodo.

Hal itu terungkap dalam video Instastory Anya Geraldine yang diviralkan warganet. Dalam pesta di kediaman Sean Gelael itu, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina hadir bersama rekan-rekannya yang lain. Selebritas lain yang ikut dalam pesta tersebut ada Gading Marten, Anya Geraldine, Uus, hingga Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro