Beranda Metropolis Mengalir Darah Seni, Main Lenong Sejak Usia 7 Tahun

Mengalir Darah Seni, Main Lenong Sejak Usia 7 Tahun

0
Mengalir Darah Seni, Main Lenong Sejak Usia 7 Tahun
SENI: Seniman Betawi, Iin Marlina (paling kanan) yang telah menjadi pemain lenong sejak anak-anak. FOTO: IST FOR RADAR DEPOK

Mengenal Sosok Seniman Betawi, Mak Iin Adik Udin Nganga (1)

RADARDEPOK.COM, Iin Marlina atau lebih akrab disapa Mak Iin, merupakan pelaku seni yang memang sudah lama berkecimpung di dunia Lenong Betawi. Darah seni yang dimilikinya, memang bisa disebut sebagai warisan dari kakek neneknya.

Laporan : Lutviatul Fauziah

Siang menjelang sore, melalui telpon genggam percakapan pun dimulai. Diawali saling bertanya kabar. Iin Marlina atau akrab dipanggil Mak Iin, begitu hangat dan ramah menimpali setiap pertanyaan.

Perempuan yang tinggal di Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Beji ini, menceritakan pengalamannya sebagai pelaku seni yang sudah dijalaninya sejak masih usia anak-anak.

“Wah kalau ditanya sejak kapan, saya mah dari masih piyik udah maen lenong, masih umur tujuh tahun udah jadi pemain lenong cilik,” ucap Mak Iin, dengan logat Betawi yang kental.

Dari pertunjukan ke pertunjukan, perempuan 32 tahun ini menampilkan kemampuan yang dimilikinya. Walaupun, anak-anak sebayanya masih sibuk bermain dan malu untuk tampil di depan umum, namun dirinya seperti sudah terbiasa ditonton banyak orang dan memerankan tokoh dalam lenong.

Iin memang terlahir dari suku Betawi tulen, yang dikenal begitu nyablak dalam berbicara. Maka sangat cocok memerankan tokoh dalam lenong yang dimainkan. Rasa gugup saat itu pun terkalahkan, dengan keinginannya menghibur orang.

“Memang ada turunan darah seni Betawi, turunan dari emak tari Topeng Betawi, lalu baba tanjidor dan lenong. Abang saya juga Udin Nganga pelaku seni,” terangnya.

Keluarganya semua berkiprah sebagai seniman Betawi. Karena baginya, ini bukan hanya soal seni, tetapi bagaimana cara bisa mengenalkan dan mencintai budaya sendiri melalui seni yang ditekuni.

Tidak mau hanya menjadi pelaku seni, perempuan kelahiran 1989 ini pun membagikan kemampuannya kepada siapa saja yang mau belajar kebudayaan Betawi melalui sanggar yang dibuatnya. (bersambung)

 

Jurnalis: Lutviatul Fauziah

Editor: M. Agung HR