Tokoh Perempuan dan Anak di kota Depok, Novi Anggriani Munadi.
Ketua DPK PRIMA kota Depok, Novi Anggriani Munadi.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua  Dewan Pimpinan Kota Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Depok, Novi Anggriani mengutuk keras tindakan pelaku bom bunuh diri di Gereja Hati Yesus Mahakudus atau Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/03).

Menurut Novi Anggriani, aksi pelaku telah membuat ketakutan, dan PRIMA Depok tidak menoleransi tindakan yang dianggap tidak manusiawi tersebut.

“Kami mengutuk keras kejadian bom bunuh diri di Makassar,” tegas Novi saat dihubungi Radar Depok.

Ketua Nadi Center ini kembali menegaskan bahwa tindakan bom bunuh diri di Makassar tersebut jelas tidak bisa ditolerir karena sangat tidak manusiawi dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama manapun yang diakui di Indonesia.

“Jadi jangan kaitkan tragedy ini dengan agama apapun,” tegasnya lagi.

Selain itu, lanjut Novi, apapun suku dari pelaku bom bunuh diri, tidak mewakili dari suku tersebut. Dan, jelas pelaku dan ‘actor’ teror bom itu merupakan teroris yang menjadi musuh bersama seluruh bangsa Indonesia.

“Kita bangga sebagai tempat bagi 1.300 lebih suku bangsa. Hampir semua agama di dunia ada di Indonesia. Jangan sampai dirusak akibat aksi teror ini,” geram Novi.

Novi pun meminta kepada aparat terkait mencari dan menangkap ‘aktor’ intelektual serta pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

“Semoga tak ada korban jiwa. Aparat kepolisian secepatnya dapat mengungkap pelaku dan jaringannya. Kami harap aksi teror ini terjadi lagi di Indonesia,” pungkas Novi. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah