Pohon Tumbang Krukut
EVAKUASI: Petugas Damkar UPT Cinere ketika merapihkan pohon tumbang di kawasan Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Minggu (7/3). FOTO: DAMKAR FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebuah rumah warga di Jalan Musola Annur RT01/03 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo tertimpa pohon tumbang, sekitar pukul 15.00 wib, Minggu (7/3). Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Komandan Regu UPT Damkar Cinere, Junaedi memastikan tidak ada korban jiwa, sebab rumah yang tertimpa pohon tumbang hanya sebagian kecil. Seperti atap dan tembok yang berada di teras rumah tersebut. Petugas pun masih menghitung material kerugian kejadian ini.

“Alhamdulillah semua aman. Hanya kerusakan, tapi masih hitung berapa total kerugian yang dialami,” terang Junaedi usai kejadian.

Diterangkannya, petugas mendapat informasi kejadian sekitar pukul 15.30 WIB dari seorang warga setempat. Sekitar empat petugas menggunakan mobil pemadam berkapasitas 1.000 liter menuju lokasi, dengan gergaji mesin serta perlengkapan lainnya.

“Evakuasi berjalan hampir dua jam, karena merapikan dan pohonnya cukup besar. Kami juga dibantu warga setempat untuk kelancaran,” ungkap Juanedi.

Terpisah, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Damkar Depok, Denny Romulo meminta masyarakat untuk terus waspada, terlebih memperhatikan sekitar dan satu sama lain. Koordinasi dengan petugas untuk melakukan antisipasi.

“Ya seperti pemangkasan pohon, siaga di titik rawan bencana, banjir dan tanah longsor,” singkatnya.

Sementara itu, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok), Romdoni menuturkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan para relawan dan komunitas untuk standby di titik rawan bencana. Jenis rawan bencana yang terus dalam pantauan di antaranya banjir, longsor, serta pohon tumbang.

“Kami selalu koordinasi dengan relawan dan komunitas serta petugas untuk stanby di titik bencana, setiap kecamatan selalu ada lokasi yang rawan,” terang Doni—sapaan Romdoni—kepada Radar Depok, Minggu (7/3).

Dibeberkannya, titik rawan bencana untuk Sawangan ada di Bumi Sawangan Indah, beberapa daerah Pasir Gunung Selatan di Kecamatan Cimanggis, Kawasan Kampung Utan Cipayung, Sukmajaya, Bukit Cengkeh, Permata Duta, dan juga ada di Pasir Putih Kecamatan Sawangan.

Saat ini menurutnya, perlengkapan yang dimiliki Tagana masih mencukupi. Namun terkadang kendala saat evakuasi ketika di malam hari karena terbatasnya penerangan yang dapat tahan air. Sehingga menjadi kebutuhan mendesak bersama dengan perahu karet.

“Setiap titik di kecamatan, kami menyiapkan lima taruna yang tentunya sudah menguasai lokasi,” terang Big Doni.

Terkait puting beliung, wilayah yang kerap terjadi di Kecamatan Tapos, Cilodong, Sawangan, serta Cipayung, kawasan yang masih banyak terdapat lahan kosong yang luas.

Di sisi lain, Koordinator Satgas Banjir Kota Depok, Saiman menambahkan, sejauh ini laporan yang diterima pihaknya beberapa titik yang rawan masih terpantau kondusif. Jika pun terjadi hujan masih hanya sebatas genangan air yang surut dengan cepat.

“Sekarang ada sekitar 120 satgas banjir yang tersebar di setiap wilayah. Kami maksimalkan yang ada,” tambahnya.

Antisipasi menurut Saiman sudah berjalan, dengan membersihkan berbagai saluran air yang tersumbat karena sampah dan rumput, agar ketika hujan turun saluran dapat berfungsi dengan baik. Tak sampai disana, pengerukan saluran secara gencar dilakukan. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR