PEMBUKAAN : Didamping Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya dan narasumber, tokoh masyarakat Kota Depok, Pradi Supriatna membuka pelatihan Entrepeneur Youth Worshop bagi pemuda dan pelaku UMKM di Hotel Margo, Jalan Raya Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, 22-24 Maret 2021. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tokoh masyarakat Kota Depok yang juga mantan Wakil Walikota, Pradi Supriatna menyebut, pelatihan Entrepeneur Youth Worshop  hasil koraborasi Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya  dan Yayasan Pendidikan Peta merupakan langkah cerdas untuk meningkatkan produksi dan penjualan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Sejuta Maulid.

Diketahui, pelatihan yang dikhususkan untuk pelaku UMKM dan pembentukan karakter pemuda itu dilaksanakan selama tiga hari mulai 22-24 Maret bagi 150 pelaku UMKM di Hotel Margo, Jalan Raya Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

“Abang kita, Rizki Apriwijaya merupakan contoh bagi pemuda Kota Depok, sukses sebagai pengusaha dan kini sukses sebagai anggota dewan di Jawa Barat. Beliau pun membina 30 koperasi di Depok,” kata Pradi kepada Radar Depok.

Menurut Pradi yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini, perlu langkah konkrit untuk  mendongkrak level pelaku UMKM. Terlebih, saat ini, pandemi Covid-19 yang membuat angka kemiskinan meningkat dan seluruh sektor terdampak.

“Ini langkah konkrit menurut saya. Sebab, untuk bisa bertahan dari kondisi pandemi ini diperlukan solusi-solusi cerdas,” katanya.

Dia mencontohkan, seperti pelaku UMKM, hal yang paling memungkinkan, sambung suami dari Martha Catur Wurihandini ini adalah mendorong mereka memanfaatkan teknologi digital.

“Kita melihat, saat ini kegiatan jual beli, tidak dilakukan langsung di pasar atau warung, ada pengantar namanya media online, bisa dari situs jual beli online atau media sosial. Harus ada pengantar, sekarang lebih banyak online. Itu dapat dipelajari,” paparnya.

Pradi kembali mencontohkan, putrinya yang menjual brownis, jika menjual secara konvensional per hari sekitar 70 paket. Namun, setelah memanfaatkan media online, angka penjualan per hari mencapai 250 paket.

“Tiap pagi, tamu saya sekarang ojek online, banyak itu mengantre di rumah saya,” ujarnya.

Dia pun meminta agar pelaku UMKM tidak malu dan mau terus belajar serta membuat inovasi agar dapat meningkatkan produksi dan juga penjualan mereka.

“Depok termasuk paling tinggi pengguna aplikasi. Saya pun punya akun instagram yang siap untuk mengendorse produk pelaku UMKM secara gratis,” pungkas Pradi. (dra)

 

Editor : Ricky Juliansyah