Beranda Satelit Depok Sekcam Cimanggis Bantah Keluarkan Surat Ijin untuk Sekolah Tatap Muka

Sekcam Cimanggis Bantah Keluarkan Surat Ijin untuk Sekolah Tatap Muka

0
Sekcam Cimanggis Bantah Keluarkan Surat Ijin untuk Sekolah Tatap Muka
KUNJUNGI : Sekretaris Kecamatan Cimanggis, kunjungi SMK Taruna Bhakti, di Jalan Ralaya Pekapuran Kelurahan Curug, Jumat (12/03). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, CURUG – Kecamatan Cimanggis membantah terkait informasi yang beredar bahwa pihaknya memberikan ijin kepada SMK Taruna Bhakti untuk melakukan ujian praktik di sekolah. Hal ini diutarakan Sekretaris Kecamatan Cimanggis, Abdul Mutholib.

“Perlu di pahami, itu bukan surat izin atau rekomendasi. Itu hanya jawaban dan arahan yang harus ditempuh oleh pihak sekolah ketika akan melakukan kegiatan praktik, untuk percepatan Protokol Kesehatan (Prokes),” ucap Sekretaris Kecamatan Cimanggis, Abdul Mutolib kepada Radar Depok, Jumat (12/03).

Lebih lanjut, Abu sapaannya menjelaskan, surat jawaban yang dikeluarkannya tersebut berisikan beberapa hal, diantaranya pihak sekolah harus memperhatikan dan berpedoman kepada protokol kesehatan, berkoordinasi dan menyampaikan permohonan atau rekomendasi kepada pihak-pihak terkait.

“Seperti ke Satgas Covid-19, pihak kepolisian serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok. Disurat jawaban tersebut juga tertulis, apabila ada perkembangan yang dianggap memghawatirkan, maka kami berhak menghentikan kegiatan tersebut,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala SMK Taruna Bhakti, Ramadin Tarigan menuturkan, pada dasarnya pihak sekolah beritikad baik menempuh seluruh jalur perijinan agar kegiatan praktik dapat dilaksanakan.

“Dari 436 siswa kelas XII, saat praktik pun kami sangat memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat dan kami batasi,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, selama satu tahun siswa tidak pernah sekolah tatap muka, tetapi pada 1 April mereka harus mengikuti ujian praktik.

“Kami dari sekolah memiliki solusi yang kami anggap baik, yakni dengan mengadakan pelatihan, jangan sampai pas ujian siswa tidak memiliki kemampuan karena tidak ada persiapan. Satgas covid sekolah sudah dibentuk sejak Januari, termasuk ijin orang tua, sejak Desember 2020 sudah kami kantongi secara online untuk mengisi kuesioner dan respon orang tua juga sangat baik,” tuturnya.

Selain itu, dirinya menyebutkan, lima jurusan yang ada di SMK Trauna Bahkti, tidak bisa melakukan kegiatan praktik di rumah, karena memang peralatannya hanya ada di sekolah.

“Jurusan yang ada di kami yaitu, Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Multimedia (MM), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Broadcasting (BC), dan Teknik Elektronika Industri (TEI). Sehingga memang alat-alatnya hanya ada di sekolah,” tandasnya. (rd/tul)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Pebri Mulya