Prestasi Literasi Baldan
PENGHARGAAN: Baldan Fathullah memberikan sertifikat penghargaan kepada Ipank Cakrawala, saat menjadi Ketua Pelaksana Festival Literasi Kota Depok 2019. FOTO: IST

Lebih Dekat dengan Baldan Fathullah (3-Habis)

RADARDEPOK.COM, Pada 2020, Taman Baca Masyarakat Kedaung, Kecamatan Sawangan bekerjasama dengan sebuah lembaga zakat, Dompet Dhuafa memeriahkan Hari Aksara Internasional. Momen tersebut, dijadikan Baldan Fathullah sebagai peluang mengembangkan bakat menulisnya.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

Seiring berjalannya waktu, Baldan menjadi lebih selektif mengisi waktu, termasuk ketika mengembangkan Taman Baca Masyarakat (TBM) Kedaung. Dari pengalaman itu, Baldan mempresentasikannya ke dalam tulisan. Pada sebuah lomba yang digelar oleh lembaga zakat pada Oktober 2020, ia menjadi perwakilan Kota Depok sekaligus membawa nama TBM Kedaung.

Setiap goresan dan kata yang dia tulis menggambarkan kisah perjalanannya semasa menjadi relawan. Writing block atau hambatan menulis terkadang menjadi sebuah tantangan bagi Baldan.

Dorongan rekanan dan muridnya di TBM Kedaung juga menjadi salah satu penyemangat untuk menyelesaikan naskah buku tersebut. Jelang beberapa minggu, akhirnya naskah itu siap untuk dikirim kepada penyelenggara lomba.

“Ketika itu, saya mendapat kabar dari Dompet Dhuafa. Bahwa ada program di bidang pendidikan, lomba menulis tingkat nasional. Kebetulan TBM Kedaung salah satu yang bekerjasama dengan Dompet Dhuafa, akhirnya saya coba ikuti lomba itu,” ujar Baldan.

Memasuki September 2020, kesabarannya yang menunggu selama sebulan penuh. Dia mendapat sebuah notifikasi dari instagram, disusul email masuk. Setelah dibuka, isinya menyatakan bahwa Baldan Fathullah menjadi Juara 2 Tingkat Nasional dalam lomba menulis Hari Aksara Internasional, mewakili Kota Depok.

Baldan tak menyangka, tulisannya berjudul Kontribusiku Untuk Peningkatan Budaya Literasi bisa mengalahkan 50 TBM lainnya. “Apresiasi yang datang bukan lantaran gerakan ini besar, namun semangat yang ada dan karena pentingnya literasi bagi kehidupan. Bisa dibayangkan, mana mungkin bisa dikatakan besar, gerakan ini hanya diinisiasi segelintir pemuda dengan fasilitas seadanya,” tuturnya.

Setelah itu, Baldan juga mengajak kepada pengurus TBM Kedaung bersama-sama membuat buku berjudul TBM Punya Karya. Hal itu sebagai bentuk output anggota TBM Kedaung dalam membentuk karya tulis yang dituangkan dalam sebuah buku.

“Secara tidak langsung anggota TBM Kedaung menghasilkan karya sebagai pengalaman awal di dunia literasi. Literasi adalah modal hidup menghadapi jaman yang terus bergerak,” tutup Baldan. (*)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR