disabilitas depok kaki palsu
HADIAH : Wakil Walikota Depok memberikan secara simbolis kaki palsu kepada salah satu penyandang disabilitas, di Aula Kantor Kecamatan Sukmajaya, Minggu (7/3). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Penyandang disabilitas asal Kota Depok mendapatkan kaki palsu dari Yayasan Kemanusiaan Pesona Indonesia (YKPI) . Proses pemberian dan pemasangan itu secara simbolis diberikan oleh Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono di Aula Kantor Kecamatan Sukmajaya.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, dirinya mendukung adanya program kemanusiaan seperti ini. Ia turut menghimbau kepada orang terdekat dari penyandang disabilitas untuk terus memberikan semangat kepada mereka.

“Dibalik kekurangannya, banyak dari mereka yang sudah berprestasi baik olahraga, pekerjaan, dan yang lainnya. Kebetulan saya diundang oleh LKPI untuk pemasangan kaki buatan. Ini kegiatan positif mari dukung bersama,” ungkapnya kepada Radar Depok, Minggu (7/2).

Dirinya menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga memiliki program untuk disabilitas. Yang termasuk ke dalam Kartu Depok Sejahtera (KDS) .

“Nantinya kami bisa membantu para disabilitas untuk mengatasi masalah pekerjaan, pelatihan, pendidikan dan lainnya dalam KDS,” bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua YKPI, Indriyani mengatakan, tiga penyandanga disabilitas yang mendapatkan bantuan kaki palsu antara lain Muhammad Iqbal Septiyansyah (4) warga Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya. Atasa Putri (4), warga Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, dan Adi Sana (57) warga Kelurahan Rawa Panjang, Bojong Gede.

Dirinya menuturkan pihaknya telah menyebarkan bantuan serupa di seluruh indonesia dengan pendanaan secara mandiri. Tetapi belakangan, akibat pandemi terpaksa mempersempit lingkup pemberian manfaat.

“Intinya program kemanusiaan ini, kami bisa mewujudkan mimpi mereka untuk memiliki kaki sambung. Kita sudah sekitar lima tahun untuk wilayah Jawa Barat seperti Garut, Sukabumi, Bogor, Ciawi, Cijeruk, dan lainnya. Kalau di Depok baru tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi mengapresiasi, atas penanganan kaum disabilitas dari seluruh komponen yang terlibat.

“Kita sangat terbantu dengan adanya penanganan disabilitas dari lembaga dan komunitas yang konsen kesana. Artinya yang bergerak bukan hanya pemerintah sendiri, tetapi diperlukan partisipasi dari pihak lainnya,” tutupnya. (rd/daf) 

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya