krl
PELAYANAN BARU : Suasana Stasiun Depok Baru saat penumpang sedang beraktifitas. Perlu diketahui, 10 stasiun akan memberlakukan  pelayanan pembayaran menggunakan kartu elektronik. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Bagi warga Kota Depok yang sering bepergian menggunakan transportasi umum Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter, kini ada peraturan baru. Mulai Kamis (25/3), KAI Commuter akan memberlakukan 10 stasiun khusus menggunakan uang elektronik. Artinya, Tiket Harian Berjaminan (THB) yang biasa dibeli tiap harinya akan dihapus.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan, sebenarnya KAI Commuter telah menyampaikan rencana penambahan stasiun khusus uang elektronik mulai 25 Maret mendatang. Karena sebelumnya sejak 2019 KAI Commuter secara bertahap, telah memberlakukan sembilan stasiun sebagai stasiun khusus uang elektronik.

“Kebijakan ini merupakan upaya untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah dan mengurangi antrean bagi para pengguna KAI Commuter,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Senin (22/3).

Menurutnya, dengan menggunakan uang elektronik, para pengguna bisa langsung masuk melalui gate elektronik atau mengikuti antrean pengguna bila ada penyekatan di stasiun. Sementara, jika menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB), pengguna perlu mengantre di loket terlebih dahulu untuk membeli tiket atau melakukan isi ulang setiap akan menggunakan KRL.

“Bahkan, setelah menggunakan KRL, penggguna biasanya juga kembali antre di loket untuk nengambil uang jaminan dari THB,” jelasnya.

Selain alur layanan yang lebih singkat, pengguna uang elektronik terutama yang dikeluarkan oleh bank juga dapat memanfaatkan integrasi sistem pembayaran yang ada. Sehingga, kartu uang elektroniknya dapat digunakan untuk lainnya. “Bisa digunakan untuk membayar parkir, tol, belanja di minimarket, maupun sebagai tiket di moda angkutan lainnya,” tambah Anne.

Pada masa pandemi Covid-19 juga terjadi peningkatan persentase transaksi nontunai di sepuluh stasiun yang akan menjadi stasiun khusus uang elektronik. Yaitu stasiun Jakarta Kota, Bekasi, Kranji, Bojonggede, Citayam, Depok, Depok Baru, Parung Panjang, Tanah Abang, serta Stasiun Angke. “Penggunaan uang elektronik di 10 stasiun tersebut ada sebanyak 77,1 persen dari transaksi di Februari 2021,” sambungnya.

Dalam pemberlakuan kebijakan-kebijakan perusahaan yang dirasakan langsung oleh para pengguna KRL, KAI Commuter sangat terbuka jika ada saran dan kritik dari pengguna. Kritik dan saran bisa langsung para pengguna sampaikan melalui akun sosial media (Sosmed) resmi KAI Commuter.

“Bisa lewat sosmed KAI Commuter di @commuterline. Dan bisa juga melalui contact center 24 jam di (021) 121 dan email [email protected]. Saran dari seluruh pelanggan setia dan stakeholders tentunya akan menjadikan layanan kepada para pengguna KRL lebih baik lagi,” bebernya.

Salah satu pengguna Commuter Line, Lisa S mengaku, kebijakan tersebut kenapa baru sekarang diberlakukan. Seharusnya sejak dulu di Depok diterapkan. Kalau seperti ini, pengguna harus membuat kartu e-money dahulu ke bank atau ke mini market. KAI kalau bisa membuka layanan pembuatannya. “Praktis memang dengan pembayaran elektronik layaknya seperti di tol,” singkat warga Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok ini. (rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar