DARING : Wakil WaliKota Depok, Imam Budi Hartono menjadi dosen Dosen Tamu di Kuliah Umum Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), Rabu (10/03). FOTO : Imam Budi Hartono For Radar

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono meminta generasi milenial tidak alergi dan tidak salah mendefinisikan mengenai politik. Sebab, politik yang sehat bertujuan menyejahterakan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan, Imam yang juga Ketua Umum (Ketum) DPD PKS Kota Depok usai menjadi Dosen Tamu di Kuliah Umum Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) yang diselenggarakan secara daring, Rabu (10/03).

“Saya menyampaikan kepada mahasiswa agar mereka tidak salah definisi. Politik itu tidak selalu kotor atau korupsi, walaupun ada tapi tidak banyak,” kata Imam saat dihubungi Radar Depok, Kamis (11/03).

Pendamping Walikota Depok, Mohammad Idris ini menjelaskan, sistem politik yang ada di Indonesia. Serta kaitannya dalam pembangunan. Selain itu, politik juga tidak selalu diisi  orang yang kuliah di bidang politik. Sebab, mahasiswa jurusan teknik juga bisa berkecimpung dalam politik.

“Banyak insinyur yang Presiden Republik Indonesia. Antara lain, Presiden Soekarno, Presiden B.J. Habibie dan Presiden Joko Widodo,” paparnya.

Suami dari Etty Maryati Salim ini menuturkan, dalam jenjang strata satu atau S1 merupakan ilmu yang umum. Semua dapat mengembangkan diri dalam pekerjaan apapun.

“Untuk itu, pada masa S1 jangan hanya fokus pada akademik, namun ikutlah organisasi. Sebab, dalam organisasi akan memperbesar kapasitas kita dan dapat belajar kepemimpinan, pengorbanan serta cara mengelola organisasi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Imam pun mengucapkan selamat memperingati Isra Mikraj kepada seluruh umat muslim di Kota Depok, dan umumnya Indonesia.

Imam berkeyakinan bahwa Isra Mikraj merupakan peristiwa penting bagi umat muslim. Sebab, Allah memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad untuk melakukan perjalanan mulia bersama malaikat Jibril, mulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha, Palestina. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah sang pencipta alam semesta.

“Terlebih, saat itu beliau sedang berduka, karena ditinggal pamannya, yakni Abu Tholib, dan istri tercintanya, Khadijah. Maka, Allah hibur dengan menaikan beliau melalui Isra Mikraj kemudian datang perintah salat yang Allah undang langsung Rasulullah naik ke langit ketujuh, ini merupakan perintah yang luar biasa” ungkapnya.

Untuk itu, Imam mengajak seluruh umat muslim agar senantiasa mendirikan salat. Sebab, dengan melaksanakan salat  dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, serta menjadikan orang menjadi lebih saleh lagi.

“Bisa bersama-sama keluarga membangun keluarga sakinah mawadah warrahmah. Bagi saya, perintah salat itu sangat penting, karena salat itu juga melatih kita untuk bersabar. Banyak orang yang tidak bisa melaksanakan salat secara khusu, tepat waktu dan secara kontinu lima waktu. Sehingga, mari kita latih diri kita untuk melaksanakan salat. Dalam Islam pun menjadi perintah wajib, karena masuk rukun islam,” ucap Imam. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah