Beranda Satelit Depok Warga RW6, Sukatani : Jangan Berikan Uang ke Pengamen Ondel-ondel!

Warga RW6, Sukatani : Jangan Berikan Uang ke Pengamen Ondel-ondel!

0
Warga RW6, Sukatani : Jangan Berikan Uang ke Pengamen Ondel-ondel!
SITUASI : Anak-anak tengah bermain di dekat spanduk yang berisikan himbauan untuk masyarakat agar tidak memberikan uang kepada ondel-ondel, di kawasan RW 6 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SUKATANI – Maraknya kesenian betawi yaitu ondel-ondel yang digunakan untuk mengamen, membuat para pengurus lingkungan di RW 6 Kelurahan Sukatani dan Keluarga Besar Remaja Ciherang (KBRC) membuat spanduk imbauan untuk masyarakat agar tidak memberikan uang.

Ketua RW 6 Sukatani, Samsudin menuturkan, keberadaan ondel-ondel sangat meresahkan lingkungannya..

“Karena mereka sudah masuk hingga ke gang-gang rumah warga. Terlebih, sebagai pelaku seni budaya di Kota Depok, khususnya Kecamatan Tapos saya merasa budaya daerah dijadikan alat untuk meminta-minta, tidak sesuai dengan apa yang di wariskan masyarakat Betawi,” ucapnya kepada Radar Depok, Minggu (28/03).

Sebagai ketua lingkungan, dirinyapun membahas hal tersebut kepada pemuda dan para Ketua RT di lingkungan, serta memberikan himbuan kepada masyarakat sekitar.

“Sementara kami hanya melakukan himbauan kepada warga, melalui spanduk yang kami pasang di beberapa titik dan melalaui grup WhatsApp lingkungan. Sambil menunggu kebijakan Pemkot Depok untuk penertiban ondel-ondel dan manusia silver, yang notabene juga mereka masih berusia sekolah,” terangnya.

Sementara, Ketua Keluarga Besar Remaja Ciherang (KBRC), Irfan Januar menyebutkan, memang penggunaan ondel-ondel untuk mengamen perlu menjadi perhatian bersama.

“Karena memang ondel-ondel merupakan warisan budaya yang seharusnya dijaga marwahnya. Sehingga, tidak seharusnya simbol budaya dijadikan alat mengamen,” tutur Irfan.

Dengan demikian, Irfan mengatakan, hal ini bisa dikatakan melecehkan simbol dari budaya betawi.

“Dengan warga tidak memberi uang terhadap ondel-ondel, maka warga ikut mendukung dan melestarikan budaya. Tetapi, jika sebaliknya niat baik warga malah menjadi blunder terhadap simbol budaya betawi,” tandasnya. (rd/tul)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Pebri Mulya