Beranda Pendidikan Warung Madarasah Berbagi di Kecamatan Cimanggis

Warung Madarasah Berbagi di Kecamatan Cimanggis

0
Warung Madarasah Berbagi di Kecamatan Cimanggis
SOSIAL : Warung Madrasah yang digelar di Jalan RTM, Gg. H. Salim, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, CIMANGGIS – Warung Madarasah Kota Depok kini menyasar di kawasan sekitaran Kecamatan Cimanggis, tepatnya di Jalan RTM, Gg. H. Salim, Kelurahan Tugu. Total ada 150 boks nasi yang dibagikan secara gratis dalam kegiatan yang diinisiasi oleh ASN Kementerian Agama (Kemenag) kota Depok bernama Teguh Wiyono tersebut.

Kegiatan sosial tersebut, turut dihadiri Pengurus Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Depok, yakni ada M. Muslim, Sahabudin, dan Rofiqi. Tidak hanya itu saja, tetapi KKMI Kecamatan Cimanggis pun turut hadir serta Kepala MI Nurul Falah Areman , Ade Ibrahim.

Teguh Wiyono menjelaskan, nasi boks gratis tersebut dibagikan ke pejalan kaki, ojek online (ojol), dan sopir angkutan kota (angkot).

“Ini sudah yang kesekian kali dirinya bersama dengan KKMI di Kota Depok mengadakan kegiatan sosial, berbagi makan gratis dalam program Warung Madrasah,” ucapnya kepada Radar Depok.

Sementara itu, Kepala MI Nurul Falah Areman , Ade Ibrahim menuturkan, kegiatan tersebut bukan hanya sekedar berbagi nasi boks secara gratis saja, tetapi ada beberapa hal lainnya, yakni memberikan informasi kalau madrasah tidak hanya mendidik siswa saja, tetapi banyak manfaat lainnya dari madrasah untuk masyarakat.

“Jadi, ini bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat, dengan cara kegiatan sosial,” terangnya.

Ditempat yang sama, Wakil ketua KKMI Kota Depok,M.Muslim berharap, kegiatan tersebut bisa memotivasi seluruh MI di Kota Depok untuk terlibat. Karena, madrasah harus bisa memberikan kontribusi secara langsung ke masyarakat, terutama di masa pandemi virus Korona (Covid-19) yang belum juga usai.

“Dengan Warung Madrasah, diharapkan bisa semakin mendekatkan masyarakat dengan madrasah yang merupakan lembaga pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan umum dengan keagamaan,” jelasnya. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya