Beranda Pendidikan Yayasan Daarul Khoir Al-Kailani Komitmen Bina Anak Asuh

Yayasan Daarul Khoir Al-Kailani Komitmen Bina Anak Asuh

0
Yayasan Daarul Khoir Al-Kailani Komitmen Bina Anak Asuh
PEMBINAAN: Salah satu kegiatan di Yayasan Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Daarul Khoir Al-Kailani. IST FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Yayasan Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Daarul Khoir Al-Kailani, yang terletak di Jalan H. Narip RT2/2 No10, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo Kota Depok, terus berkomitmen memberikan pembinaan dan pendidikan kepada anak asuhnya.

Pimpinan Yayasan Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Daarul Khoir Al-Kailani, Muhammad Imaduddin,S.Pd.menuturkan, yayasan yang dipimpinnya memiliki visi dan misi. Di antaranya, menjadi lembaga yang aktif, bermanfaat untuk umat, disiplin dan berakhlakul karimah. Kemudian menyelamatkan anak bangsa dari keterpurukan ekonomi dan pendidikan. Serta beriman dan berakhlak mulia, berwawasan luas, dan bermanfaat untuk sesama.

“Juga membantu negara dalam melindungi dan menyejahterakan yatim, piatu, dan dhuafa. Serta ingin memuliakan mereka,” ungkap Ustad Aim—sapaan Muhammad Imaduddin.

Ustad Aim menuturkan, meski panti asuhan tetapi sistem pendidikannya tidak jauh beda dengan pesantren. Anak asuhnya disekolahkan di pendidikan formal, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Sedang pendidikan non formalnya, ada tahfidzul Quran, belajar kitab kuning, fiqih, ilmu akhlak, ilmu tajwid, bahasa Arab, hadroh, kursus komputer, hingga pencak silat Gasmi.

“Kmi juga berikan pengalaman kepada anak asuh berupa kursus pengobatan Thibbun Nabawi,Di yayasan kami ada 15 anak asuh yang mukim, sedangkan binaan di luar panti ada sembilan orang,” ucap Ustad Aim.

Menurutnya dalam kegiatan sehari-hari, anak asuh yang bersekolah masih melaksanakan belajar secara daring. Setelah belajar daring biasanya dilanjutkan salat Dzuhur berjamaah, murozaah juz 30, kemudian setoran hafalan Alquran bagi yang besar, untuk yang kecil melancarkan bacaan.

“Untuk pengajar ada empat orang. Belajar non formal dimulai bada ashar, ngaji Arrahman, disambung ngaji Alwaqiah, setelah itu ngaji non formal ngaji kitab, disesuaikan dengan harinya. Setelah magrib dzikir tahlil dan istighosah bersama mendoakan para donatur2 yang ikut andil dalam membangun yayasan,” Mohon doanya juga agar kedepan panti asuhan Daarul Khoir Al kailani mempunyai tanah dan gedung sendiri karena tempat yg untuk kegiatan ini masih Ngontrak,terangnya. (rd)

Editor : Fahmi Akbar