Guru Divaksin Tenaga Kependidikan
GURU DIVAKSIN: Salah satu guru di Kota Depok saat melaksanakan vaksinasi massal di SMPN 11 Tapos, Kamis (22/4). FOTO: PUTRI DISA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 1.600 tenaga pendidik dan kependidikan di wilayah timur Kota Depok melakukan vaksinasi massal di SMPN 11 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos. Dengan menggunakan 20 ruang kelas, terdiri dari ruang registrasi (pendaftaran), ruang screening, ruang suntik, dan ruang observasi, serta ruang UGD.

Pantauan di lokasi, vaksinasi dimulai pukul 07.30 wib, dan diagendakan berakhir sekitar pukul 14.00 wib.  Perlu diketahui, Tenaga Kesehatan (Nakes) yang melayani vaksinasi di tempat tersebut berasal dari Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Kelapa Dua, Kota Depok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin menyebutkan, pada Kamis (22/4) sebanyak 2.000 vaksin telah disiapkan bagi para tenaga pendidik dan kependidikan di wilayah timur, yang meliputi Kecamatan Tapos, Cimanggis, dan sebagian Sukmajaya.

“Ini vaksinasi massal pertama yang bertempat di sekolah, bagi para tenaga pendidik dan kependidikan dari jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP. Target awalnya 1.000, namun yang daftar sampai 1.600-an. Tapi kami siapkan kuota vaksin 2.000,” tutur Thamrin kepada Radar Depok, Kamis (22/4).

Lebih lanjut, Thamrin menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi di wilayah timur hanya berlangsung satu hari saja. Yang dimaksud tenaga pendidik dan kependidikan, bukan hanya guru saja yang mendapat vaksin, tetapi juga perangkat sekolah lainnya. Seperti pengurus Tata Usaha (TU), Satpam, dan Office Boy (OB) sekolah, dan sebagainya.

“Karena pelaksanaan vaksinnya cepat, jadi kami targetnya hanya satu hari saja,” ucapnya.

Selanjutnya, vaksinasi massal bagi tenaga pendidik dan kependidikan di Kota Depok akan berlangsung di wilayah tengah dan barat. Guna menyasar tenaga pendidik yang ada di wilayah tengah dan barat.

Vaksinasi massal yang berada di sekolah ini bertujuan untuk mempercepat target vaksinasi kepada tenaga pendidik dan kependidikan. Karena total tenaga pendidik dan kependidikan mulai dari TK/PAUD, SD, dan SMP ada sebanyak 18.000.

“Tahap sebelumnya sudah sekitar 3.500 yang divaksin, kemudian apabila ditambah kuota ini 1.600, maka ada 5.100 tenaga pendidik dan kependidikan yang sudah divaksin,” jelasnya.

Di tempat yang sama, salah satu pemilik sanggar tari di Kota Depok sekaligus public figur, Asri Welas mengaku, sangat senang dengan adanya vaksinasi massal bagi tenaga pendidik dan kependidikan, yang di dalamnya termasuk juga pembimbing tari di sanggarnya.

“Alhamdulillah senang, karena kan nanti tahun ajaran baru kami niatnya juga ingin lakukan pembelajaran tatap muka, biar aman. Hari ini saya mengantar saja, kebetulan sebelumnya saya sudah vaksin di Istana Kepresidenan,” tutur Asri kepada Radar Depok, Kamis (22/4).

Dia berharap, kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) walaupun sudah divaksin.  (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR