Beranda Utama 12 Juli Depok Uji Coba Belajar Tatap Muka

12 Juli Depok Uji Coba Belajar Tatap Muka

0
12 Juli Depok Uji Coba Belajar Tatap Muka
BELAJAR DARING : Sejumlah anak sekolah melakukan belajar daring dengan memanfaatkan wifi yang diberikan secara gratis di Aula RW 06, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, beberapa waktu lalu. DOK RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Kepastian yang ditunggu-tunggu orang tua siswa datang juga. Pemerintah kota (Pemkot) Depok,  menyebut bertepatan dengan tahun ajaran baru pendidikan 2020/2021. Uji coba pembelajaran tatap muka bisa dilakukan secara bersamaan. Jadi, satu kelas akan diisi 16-18 siswa atau 50 persen dari jumlah rombongan belajar (Rombel).

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menegaskan, sebelum diadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Kota Depok akan menggelar terlebih dahulu uji coba. PTM nantinya mengikuti aturan dari Pemerintah Pusat. Yaitu, pada Juli mendatang akan diadakan PTM, apabila syaratnya sudah zona hijau.

“Apabila pada Agustus belum juga zona hijau, maka yang zona kuning sudah boleh. Maka doakan, Kota Depok sekarang ini sudah zona oranye dan mudah-mudahan kedepannya kuning, kemudian setelah Juli sudah bisa zona hijau,” tutur Imam kepada Harian Radar Depok, Rabu (7/4).

Imam menjelaskan, kalaupun Kota Depok sudah zona hijau, maka PTM tetap harus dilaksanakan secara bertahap. Yang artinya, dalam satu ruangan tidak boleh full, maksimal terisi 50 persen dari jumlah siswa. “Contohnya nomer absen 1 sampai 16 bisa PTM di Senin dan Rabu. Kemudian nomer absen 18-30 bisa di Selasa dan kami,” lanjutnya.

Imam mengatakan, akan melakukan uji coba sebelum PTM dimulai. Dari hasil ujicoba tersebut akan dilakukan evaluasi. Agar jangan sampai ketika PTM sudah dimulai nantinya malah menimbulkan klaster baru. “Jangan sampai nantinya malah kita sudah turun sampai zona kuning malah ada kluster baru lagi,” tambahnya.

Kemudian, Imam mengungkapkan, apabila ada orangtua yang tidak mengizinkan anaknya untuk melaksanakan PTM. Maka, bisa tetap melaksanakan pembelajaran secara online atau virtual, sehingga tidak ada unsur paksaan.

“Ditambah lagi, nantinya kalau ada guru atau murid yang sakit tidak diperbolehkan untuk masuk ke sekolah. Walaupun hanya batuk atau flu, kalau dulu kan masih boleh masuk, sekarang di kondisi seperti ini tidak boleh, tunggu sampai sembuh,” ucap Imam.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, berdasarkan keputusan bersama saat ini pihaknya sedang mempersiapkan kesiapan sekolah untuk PTM. “Insha Allah akan dilaksanakan uji coba pada tahun ajaran baru pada Juli, kalau tidak salah tanggal 12. Namun sekarang kami masih fokus persiapan dulu terhadap sarana prasarana,” tuturnya Thamrin kepada Radar Depok, Rabu (7/4).

Thamrin mengungkapkan, saat ini dia sudah memiliki daftar check list yang harus diisi oleh sekolah, terkait kelengkapan sarana prasarana, seperti tempat cuci tangan, UKS siswa dan lainnya.

“Hari ini saya sudah menandatangani surat tugas bagi para pengawas. Mudah-mudahan secepatnya sudah tuntas verifikasi di lapangannya,” ucapnya.

Menurutnya, walaupun bisa dibilang hampir tiap sekolah sudah bisa memastikan sudah memenuhi sarana prasarana. Namun, tetap harus dibuktikan dengan pengecekkan langsung Disdik Kota Depok.

Sedang dipersiapkan, ceklist kesiapan sekolah. Dari sekolah sudah menyampaikan, butuh pembuktian, nanti buat surat tugas pengawas sekolah. Mudah-mudahan minggu ini sudah tuntas terverifikasi lapangan.

Thamrin juga sedang mempersiapkan izin dari orangtua murid terkait PTM, nantinya akan dilakukan pendataan melalui sekolah atau satuan pendidikan masing-masing. Pendataannya bisa melalui Google Form (G-Form) ataupun secara manual. “Jadi nanti pihak sekolah akan sebar pendataannya, bisa lewat G-form atau kami sediakan juga yang manual lewat kertas,” jelasnya.

Terkait kapasitas dan waktu PTM akan disesuaikan juga. Thamrin merinci, dalam satu kelas yang jenjang SD hanya menampung sekitar 16 murid dan SMP menampung sekitar 18 murid. “Dan kemungkinan akan hanya kebagian dua kali dalam satu minggu melakukan PTM. Sisanya tetap belajar secara online,” bebernya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, T Farida Rachmayanti mengungkapkan, kembali diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) disetiap sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, ada hal yang harus diperhatikan. Yaitu, perlu pengawasan yang optimal agar uji cobab berjalan  kondusif

“Dalam arti siswa dan tenaga pengajar terlindungi dari keterpaparan Covid-19,. Selain itu tidak memunculkan klaster baru, yang berasal dari dunia pendidikan,” terang Farida.

Ada beberapa hal agar uji coba PTM berjalan optimal. Pertama, tentang pemahaman yang utuh tentang protokol, soal disiplin pencegahan Covid-19, terutama bagi siswa sehingga muncul kesadaran yang penuh.

Lalu disampaikan Farida, kedua, hak penuh bagi orang tua siswa untuk menentukan  apakah anaknya diberikan izin mengikuti pembelajaran campuran atau belajar dari rumah. “Dan yang ketiga adanya dukungan dari pemangku kepentingan kesehatan bagi sekolah secara umum, dan para siswa dan tenaga pendidik secara khusus. Misalnya adanya kerjasama yang efektif sekolah dengan puskesmas terdekat seandainya terjadi kasus,” ungkapnya.

Lalu, pada poin keempat terkait adanya SOP yang rinci terkait proses pembelajaran tatap muka dan mekanisme pelaporan yang efisien. Serta kelima, ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas serta adanya evaluasi secara baik dan benar.(rd/dis/arn)

Tentang Uji Coba PTM

Status Zona :

  • Depok oranye

Waktu :

  • 12 Juli 2021

Tujuan Uji Coba :

  • Menghindari lonjakan kasus
  • Melihat evaluasi dari uji coba sebelum dilaksanakan PTM

Kuota PTM :

  • SD 50% dari jumlah murid (16 orang)
  • SMP 50% dari jumlah murid (18 orang)

Persiapan PTM :

  • Sarana prasarana

Sarana Prasarana :

  • Memiliki daftar check list yang harus diisi sekolah
  • Tempat cuci tangan
  • UKS siswa dan lainnya

Upaya Saat Ini :

  • Menugaskan para pengawas
  • Tuntas verifikasi di lapangan
  • Mempersiapkan izin dari orangtua murid terkait PTM
  • Dilakukan pendataan melalui sekolah atau satuan pendidikan
  • Pendataan melalui Google Form ataupun manual

Jurnalis : Putri Disa, Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar