Beranda Metropolis 14.700 Guru Belum Divaksin, Selesai Disuntik Baru 3.300 Guru

14.700 Guru Belum Divaksin, Selesai Disuntik Baru 3.300 Guru

0
14.700 Guru Belum Divaksin, Selesai Disuntik Baru 3.300 Guru
VAKSINASI: Salah satu guru di Kota Depok saat divaksin Covid-19, di salah satu puskesmas Kota Depok. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, terus mempersiapkan terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari berbagai hal. Salah satunya terkait vaksinasi yang diberikan untuk guru. Berdasarkan catatan Disdik Depok, sampai dengan April sudah ada sekitar 3.300 guru yang mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, vaksinasi guru dibutuhkan untuk persiapan dalam PTM di Juli mendatang. “Guru merupakan salah satu yang wajib mendapatkan vaksin di tahap kedua ini,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (16/4).

Thamrin menjelaskan, Dinas Kesehatan (Dinkes) selalu berkoordinasi bersama Disdik Kota Depok terkait kuota vaksin bagi guru. Sebelumnya, Disdik telah menerima sekitar 3.000 kuota vaksinasii. “Kemudian, belum lama ini kami menerima sebanyak 300. Jadi total kuota vaksin untuk guru yang sudah kami terima ada sebanyak 3.300,” jelasnya.

Menurut Thamrin, Dinkes sedang mengupayakan lagi terkait jumlah kuota vaksinasi Covid-19 bagi para guru di Kota Depok. Bahkan, Thamrin juga memberi usulan kepada Dinkes, agar membuatkan titik khusus vaksin bagi para guru. “Kalau bisa jangan di rumah sakit. Bisa buat titik vaksin untuk guru di sekolah saja. Yang nantinya dibuat per wilayah, seperti wilayah barat, timur, dan tengah,” sambungnya.

Pembagian titik vaksin bagi guru diajukan Thamrin dengan alasan apabila para guru vaksin di rumah sakit terlalu mengantre. Kemudian, para guru pun harus masih mengajar selama PJJ. “Jadi nanti bisa dibuat jadwal, tapi ini masih bersifat usulan kepada Dinkes. Masih menunggu bagaimana kesiapan dari Dinkes,” jelasnya.

Tidak ada kriteria khusus juga bagi para guru yang ingin divaksin, harus berusia berapa dan dari sekolah mana. “Siapa yang duluan daftar, karena kuota di masing-masing kan juga terbatas,” ucapnya.

Perlu diketahui, total guru TK, SD, SMP se-Kota Depok ada sebanyak 18.000 jiwa. Dan Disdik Kota Depok telah memberikan informasi tersebut kepada Dinkes Kota Depok.

Sebelumnya, Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, pada tahun ajaran baru nanti sekolah akan menerapkan PTM terbatas dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). “PTM terbatas yang dimaksud, satu kelas yang sebelumnya 36 siswa menjadi 12 atau maksimal 18 siswa. Jadi kita lakukan pembatasan,” ucap Dedi saat mengunjungi SMAN 4 Kota Depok, Kamis (8/4).

Tidak hanya itu, lanjut Dedi, setiap sekolah wajib menyediakan dua metode pembelajaran, baik PTM ataupun PJJ. Yang kemudian, para orang tua bisa bebas memilih. Nantinya, para orang tua memiliki hak untuk memilih apakah anaknya mau ikut metode PTM atau PJJ. “Tetapi, terlebih dahulu sekolah yang sudah siap melakukan PTM, dapat mendaftarkan ke Dinas Pendidikan dan juga harus ada ijin dari gugus tugas di wilayah setempat,” terangnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (8/4).

Dia menyebutkan, setiap sekolah juga nantinya harus memiliki ruang khusus untuk melakukan pemeriksaan bagi siswanya. Bila nanti saat pelaksanaan PTM ditemukan kasus, maka pihak sekolah dan satuan pendidikan wajib memberhentikan sementara dan melakukan penanganan. “Untuk itu, sekolah diharusnya memiliki ruang pemeriksaan,” tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini di Kota Depok seluruh sekolah sudah siap untuk pelaksanaan PTM, dan tinggal menunggu pelaksanaannya. Termasuk kesiapan para guru dan tenaga pendidik yang saat ini sedang proses vaksinasi. “Semoga seluruh guru dapat menerima vaksin,” ungkapnya.

Soal vaksinasi, Dedi mengatakan, di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, sudah 98 persen guru di Kota Bogor telah divaksinasi. Sementara di Kota Depok sendiri, angka vaksinasi untuk para guru dan tenaga pendidik baru mencapai 45 persen. “Saat ini kalau saya lihat kalau KCD II, Kota Bogor sudah 98 persen yang divaksin, nah ini Depok baru 45 persen, nanti akan kita prioritaskan segera sampai Juni,” tuturnya.

Dedi berharap, agar dalam  proses PTM, Pemerintah Daerah wajib melakukan pengawasan secara ketat. Karena biar bagaimanapun, PTM merupakan bagian dari pembentukan karakter. “Untuk itu, mari bersama-sama kita pastikan  setiap anak di Depok mendapatkan haknya belajar dengan sehat, aman dan nyaman,” tandasnya. (rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar