kejari
BEBERKAN NAMA : Kontraktor Pengadaan Sepatu PDL pada Dinas Damkar tahun 2018, Sadar ketika dipanggil Kejaksaan Negeri Depok, Senin (19/4). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Dugaan rasuah (Korupsi) di Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyalamatan Kota Depok, terus diestafet Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok. Senin (19/4), giliran kontraktor pengadaan sepatu pakaian dinas lapangan (PDL) dan komandan regu (Danru) Damkar, diinterogasi Korps Adhiyaksa.

Kontraktor Pengadaan Sepatu PDL 2018 pada Dinas Damkar, Sadar menerangkan, memakai perusahaan salah satu rekannya untuk mengerjakan pengadaan sepatu PDL tersebut. “Semua sesuai spek. Itu ada ditulis didokumen ada banyak, ada metalnya, dan saya mengadakan itu sesuai spek,” tegasnya di Kejari Depok kepada Harian Radar Depok, Senin (19/4).

Dia mengaku, meminjam bendera alias perusahaan dengan nama CV Aditya. “Jangan salah ya, saya pinjam ke Afrizal, kemudian kepada yang punya perusahaan yaitu Pak Hadi Effendi,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Kejaksaan Negeri Kota telah memanggil setidak lima orang. Dua komandan regu, satu pengusaha, satu PPHP, satu lagi mantan Sekretaris Dinas Damkar Depok, Agung Sugiharti, yang kini menjabat Kepala Bagian (Kabag) Organisasi dan Reformasi Birokrasi (ORB) Setda Kota Depok.

Sementara terkait insentif Covid-19, Komandan Regu, Supandi yang mendatangi Kejaksaan Depok, menampik telah melakukan pemotongan pada insentif Covid-19, untuk para anggotanya. “Bohong, nggak benar. Saya tidak lakukan pemotongan. Saya juga tidak mengambil uang itu,” tegasnya usai dari Kejaksaan.

Hal ini jawaban atas pernyataan salah satu pejabat Damkar Depok yang mengatakan, insentif covid 19 diberikan kepada Danru yang selanjutnya di teruskan ke anggota.

Diberitakan sebelumnya, sebuah unggahan foto yang menampakan seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar), memegang dua poster berisi tulisan dugaan tindakan korupsi, tengah viral di sosial media.

Isi tulisan dalam poster yang pertama adalah “Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di Dinas Pemadam Kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 100 persen, banyak digelapkan”.

Sementara poster kedua, berisi “Pak Presiden Jokowi tolong usut tindak pidana korupsi, Dinas Pemadam Kebakaran Depok”. Belakangan diketahui, petugas Damkar yang viral tersebut bernama Sandi Butar-butar, dan foto tersebut diambil di Kantor Damkar Pos Balaikota Depok.(rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar