boks lurah
Lurah Beji Timur, Subarudin

Aparatur Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, konsen dalam mencegah munculnya banjir dan genangan di wilayahnya, terutama di musim hujan saat ini.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Siang itu terik mentari begitu terik, tapi suasana berbeda di dalam ruang kerja Lurah Beji Timur, Subarudin. Ruanganya begitu sejuk, sofa yang ada di dalam kantornya itu juga sangat empuk.

Akan tetapi, fokus dari topik berita ini bukanlah suasana di dalam ruang kerja Subarudin. Akan tetapi, upaya Subarudin untuk mencegah banjir di wilayahnya.

Meskipun termasuk kelurahan dengan warga yang terbilang mapan dan dikelilingi hunian yang tertata rapih, di wilayah tersebut masih terdapat beberapa wilayah yang menjadi lokasi rawan genangan air. “Ada wilayah tertentu kalau hujan gede timbul genangan air,” ucap Subarudin.

Wilayah rawan genangan terdapat di RW1 dan RW3 kelurahan tersebut. Itu dikarenakan pembuatan saluran di zaman sebelum dia bertugas di sana, dirasa kurang baik sehingga dampaknya masih terasa hingga sekarang.

Di RW1 masalahnya itu tidak ada dinding pembatas saluran, kalau di RW3 karena kontur tanahnya yang cekung, jadi kalau hujan air ketampung seperti di kuali,” bebernya.

Akan tetapi, Subahrudin tidak mau berpangku tangan dan menyalahkan siapa-siapa. Dia tetap bertanggung jawab untuk mencarikan solusi atas permasalahan tersebut.

Saya udah usulkan kepada dinas terkait untuk membuat dinding drainase di RW1, dan dibuatkan saluran air tambahan di RW3,” terangnya.

Akan tetapi, rencana dan usulan tersebut harus tertunda pelaksanaanya, lantaran anggarannya harus dialihkan untuk masalah yang lebih besar, yaitu penanganan wabah pandemi Covid-19.

Sempat diajukan di Musrenbang 2019, tapi tertunda karena Covid-19. Mudah-mudahan tahun ini perbaikannya bisa dieksekusi,” pungkasnya. (*)

Editor : Junior Williandro