FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.C0M, DEPOK – Wahid Foundation (WF) konsisten menyebarkan nilai-nilai perdamaian. Salah satunya dengan melaksanakan diskusi terumpun atau focus grup discussion (FGD) Rencana Aksi Damai Kelurahan Damai  Bersama Kelompok Kerja (Pokja) Kelurahan Pengasinan, di Balai Kecamatan Sawangan, Kota Depok pada Senin (22/04).

FGD Rencana Aksi Kelurahan Damai merupakan kelanjutan dari Training Pencegahan Ekstremisme Kekerasan dan Literasi Hukum  Bagi Kelompok Kerja (Pokja) Desa/Kelurahan Damai Wilayah Jawa Barat yang dilaksanakan pada 26-28 Februari lalu di Whiz Prime Hotel, Bogor, Jawa Barat dan juga merupakan rangkaian kegiatan dalam Program Desa Damai Wahid Foundation yang sudah berjalan sejak tahun 2017.

Kepala Kelurahan Pengasinan, Asep Suherman memberikan apresiasi kepada Wahid Foundation karena telah memilih  Kelurahan Pengasinan sebagai bagian dan tempat penyusunan Rencana Aksi Kelurahan Damai dalam Program Desa/Kelurahan Damai. Menurutnya, Rencana Aksi Kelurahan ini harus bersinergi dengan kelurahan dan diharapkan mampu memberikan  sumbangsih yang manfaat bagi masyarakat, khusunya melalui program yang dihasilkan dari Rencana Aksi Kelurahan Damai yang dilaksanakan Pokja Pengasinan.

“Saya melihat WF cukup baik sekali dengan komunikasi dan niatannya untuk memberdayakan perempuan di Pengasinan. Pembinaan karakter yang dilakukan juga yang cukup baik. Jadi saya harap kedepan ada semacam sumbangsih dari Pokja dengan program yang dibuat harus bisa bersinergi dengan kelurahan. Ide dan aspirasi  harus disampaikan agar program ini benar-benar ada manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” Ujar Asep saat memberikan sambutan sekaligus mengungkapkan harapannya dalam pembukaan Rencana Aksi Kelurahan Damai Pokja Pengasinan.

Di sisi lain, Visna Vulovik, Program Manager Wahid Foundation dalam sambutannya menjelaskan bahwa dipilihnya Kelurahan Pengasinan sebagai bagian dari Program Desa/Kelurahan Damai adalah satu upaya untuk mewujudkan perdamaian di tingkat desa/kelurahan melalui peningkatan kesejahteraan dengan memberdayakan perempuan dengan berkolaborasi dengan kelurahan.

“Program ini terlaksana karena kolaborasi Wahid Foundation dengan pihak kelurahan. Sejak 2013, kami berpikir kalau tempat ini adalah tempat cocok untuk bisa dijadikan contoh sebagai kampung perdamaian. Di Pengasinan, ada Koperasi Cinta Damai Wahid. Di sini kami ada banyak cabang usahanya. Diantaranya Wahid laundry yang sudah memiliki 3 cabang dan sudah melibatkan sekitar 40 perempuan dari pengasinan.” Kata Visna. “Harapannya,” lanjut Visna, “dengan pemberdayaan ini menjadi kesejahateraan yang adil bagi perempuan. seperti kata Gus Dur, bahwa perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi,” ungkap Visna saat memberikan sambutan FGD Rencana Aksi Kelurahan Damai.

Selain itu, Visna juga menjelaskan bahwa Program Desa/Kelurahan Damai merupakan program turunan dari RANPE3AKS dan RANPE. Baginya, Program ini penting sekali dilaksanakan karena banyak sekali terjadii aksi-aksi yang melibatkan keluarga, khususnya perempuan untuk melakukan teror melawan negara. “Sehingga Wahid Foundation,” kata Visna, “Merasa perlu mengawal isu ketahanan nasional ini dan  salah satunya sudah dibuktikan oleh Pengasinan,” ungkap Visna menjelakan tujuan dilaksanakannya Program Desa/Kelurahan Damai.

Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Igor Tanjung Pambuko yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan apresiasi yang positif terhadap program Desa/Kelurahan Damai Wahid Foundation yang mengedepankan pemberdayaan perempuan. Menurutnya, program Desa/Kelurahan Damai selaras dengan salah satu prinsip RANPE, yaitu kesetaraan gender. Sebab, pengaruh kesetaraan gender memberikan ruang lebih kepada perempuan untuk mencegah isu isu ekstrimisme.

kekerasan ini. Terlebih, kata dia, hari ini kasus terorisme banyak melibatkan perempuan.Selain itu, ia juga meyakini sinergi yang dilakukan antar pihak dalam Program Desa/Kelurahan Damai bisa memberikan sumbangsih dalam melawan isu terorisme yang terjadi akhir-akhir ini.

“kerjasama banyak pihak dalam program ini akan memberikan sumbangsih untuk melawan isu terorisme di negara ini,” pungkas Igor.

Terakhir, Feri Wibowo, Camat Kecamatan Sawangan juga memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyebutkan bahwa permasalahan yang kerap terjadi di Kelurahan Pengasinan perlahan-lahan mulai berkurang dengan kehadiran beberapa program Wahid Foundation.

“Terima kasih banyak sekali untuk teman teman dari WF yang sudah menjalankan beberapa program dikelurahan ini.  Karenanya,  sudah beberapa masalah yang menjadi  fokus program  WF dan sedikit banyaknya sudah dicover dengan baik, seperti masalah perceraian yang terjadi. Saya merasa ini dipicu tidak hanya masalah ekonomi saja, tapi juga karena masih ada beberapa kasus perkawinan dini,” ungkap Feri.

Ia juga berharap potensi ekonomi yang ada di wilayah pengasinan bisa dimanfaatkan untuk kemudian juga menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Pengasinan seperti geopoli cacing dan cocok tanam bersama di lahan kosong yang melibatkan banyak masyarakat.

“Dalam kegiatan tersebut yang mana melibatkan masyarakat banyak, mereka terlihat kompak dan guyub. Saya rasa dari sana masalah itu bisa diselesaikan dengan mudah dan bersama, karena masih banyak sekali juga masyarakat yang kurang peduli dengan masalah-masalah yang ada seperti keamanan, kenyamanan, ekonomi dan lain-lain. Karena itu saya merasa perlu untuk semua masyrakat agar berpartsipasi dalam menciptakan kelurahan yang damai,” Tukas Feri menutup sambutan dan membuka kegiatan tersebut.

Selain FGD Rencana Aksi Kelurahan Damai, kegiatan itu juga diisi dengan pembagian sembako dari Koperasi Cinta Damai Wahid kepada sejumlah masyarakat Pengasinan. Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir sejumlah perwakilan dari tokoh masyarakat, aparatur desa, dan Polsek setempat. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah