Beranda Utama Biaya Haji Naik Rp9,1 Juta, 1.700 Jamaah Depok Siap Berangkat

Biaya Haji Naik Rp9,1 Juta, 1.700 Jamaah Depok Siap Berangkat

0
Biaya Haji Naik Rp9,1 Juta, 1.700 Jamaah Depok Siap Berangkat
Kepala Kementerian Agama Kota Depok, Asnawi

RADARDEPOK.COM – Jamaah haji Kota Depok yang sudah mendapatkan jatah berangkat ibadah haji di 2021, harus mencari uang tambahan. Keladinya, pemerintah secara sah memberlakukan tarif baru bilang ingin ke Mekkah. Biaya haji naik Rp9,1 juta jadi Rp44,3 juta dari sebelumnya hanya Rp35, 2 juta. Kenaikan tersebut digunakan guna menjalankan masa karantina serta tes kesehatan.

“Iya soal kenaikan sudah ditetapkan pemerintah, kenaikan biaya untuk menjalani protokol kesehatan yang ketat, untuk karantina selama 14 hari di Indonesia dan Arab Saudi, serta tes kesehatan,” ungkap Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kota Depok, Asnawi kepada Harian Radar Depok, Rabu (7/4).

Menurutnya, di Kota Depok sendiri ada sekitar 1.700 orang yang akan diberangkatkan pada tahun ini. Namun, hal tersebut tinggal menunggu keputusan negara arab saudi yang membuka jamaah haji untuk Indonesia atau tidak. “Kita sudah siap dengan semuanya, segala peraturan yang menjalankan ke disilplinan protokol kesehatan juga telah siap,” tegas Asnawi.

Terkait vaksin, dia tidak mengetahui lebih dalam, sebab ada peran pemerintah dalam menjalankan vaksin bagi masyarakat. Namun, jika masyarakat yang sudah vaksin dan bertolak ke Arab Saudi untuk haji pada tahun ini, tentunya tetap menjalankan masa karantina yang sudah ditentukan.

“Tapi yang pasti, bagi jamaah yang sudah melakukan vaksin, ketika berangkat haji harus melalui prosedur protokol kesehatan, dengan menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan untuk keberangkatan haji,” jelasnya.

Bagi jamaah yang belum dapat menambahkan biaya haji karena adanya peraturan prokes, dapat berkoordinasi dengan pihak terkait. Untuk menunda keberangkatan sampai waktu yang ditentukan.

Terbaru, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi H Dasir menyatakan bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1442 H/2021 M belum ditetapkan dan masih akan dibahas dalam rapat panitia kerja.

“Belum ada ketetapan. Biaya haji tahun ini masih dibahas secara intensif oleh Panja Kementerian Agama dan Komisi III DPR,” katanya.

Khoirizi mengatakan hingga saat ini Kemenag dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) belum bisa menetapkan berapa besaran biaya haji tahun ini.

Angka yang muncul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR hanya skenario atau gambaran semata.

Menurutnya, pembahasan biaya haji masuk dalam tahapan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi.

Pembahasan dilakukan sambil menunggu informasi resmi terkait kepastian kuota pemberangkatan jamaah haji tahun ini dari Arab Saudi.

Karena itu, pembahasan biaya haji dilakukan dengan asumsi-asumsi kuota sesuai dengan skenario yang telah dirumuskan.

“Karena belum ada kepastian kuota, pembahasan biaya haji berbasis pada skenario yang bersifat asumtif, mulai dari 30 persen, 25 persen, 20 persen, bahkan hingga hanya 5 persen,” ujarnya.

Adapun menyangkut potensi kenaikan biaya haji, dirinya tak menampik hal tersebut. Hal ini lantaran terdapat tiga faktor yang mempengaruhi yakni kenaikan kurs dolar AS, kenaikan pajak dari 5 persen menjadi 15 persen, serta keharusan penerapan protokol kesehatan.

“Haji di masa pandemi mengharuskan pemeriksaan swab, jaga jarak, dan pembatasan kapasitas kamar, juga ada karantina dan lainnya. Itu semua tentu berdampak pada biaya haji,” tuturnya.(rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar