Beranda Metropolis Bidik Cupang Hias hingga Jual Pakan Ikan

Bidik Cupang Hias hingga Jual Pakan Ikan

0
Bidik Cupang Hias hingga Jual Pakan Ikan
PILIH IKAN: Pengurus Pelopor 002, Kelurahan Serua, sedang menyortir ikan yang akan dipajang di kios penjualan. FOTO: INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

Lebih Dekat dengan Pelopor 002 Kelurahan Serua (3-Habis)

RADARDEPOK.COM, Bermodalkan niat dan ketekunan, kelompok budidaya ikan hias Pelopor 002 di Kelurahan Serua, semakin berkembang. Saat ini, kelompok tersebut sudah punya ribuan benih ikan baru yang siap dijual.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

Setelah melakukan pemilahan bibit yang dibesarkan dalam kolam bak, Heriyadi bersama Awaludin dan Firdaus, mulai berpindah ke komoditi ikan hias lain. Kini mereka tidak hanya fokus pada budidaya guppy saja. Mereka juga mulai merambah ke jenis ikan cupang hias.

Beberapa ikan cupang hias yang ditaruh dalam toples, dipampang di atas meja yang ada di warkop tersebut. Penampilan spesies ikan laga tersebut langsung menari-nari indah, seakan menunjukkan superioritasnya terhadap ikan lawan yang diletakan di sebelahnya.

“Yang ini ikan cupang marbel, hasil budidaya kami. Ini sudah siap untuk dijual,” kata Heri sembari menunjuk salah satu ikan bercorak totol, dengan dasar warna putih dan ungu.

Keberadaan ikan cupang hias di sana, total sudah ada 5.000 ekor ikan, jenis guppy hingga cupang. Menurutnya, di tempat tersebut sudah berhasil menetaskan serta membesarkan 500 ikan guppy baru.

“Selain itu juga kami kemarin beli bahan Guppy untuk dijual lagi, jenis PRTD, Diamond, dan HB Blue. Untuk cupang kami punya jenis nemo, blue rim, giant, dan black samurai,” bebernya.

Beberapa ikan budidaya mereka juga sudah mulai dilirik masyarakat. Saat ini, tercatat beberapa ekor ikan, baik guppy maupun cupang sudah dijual dengan harga bervariasi.  “Untuk guppy PRTD saya sudah jual sebanyak 250 ekor. Harga perekor mulai dari Rp2.000-Rp3.500,” terangnya.

Selain budidaya ikan, mereka kini juga merambah penjualan pakan ikan. Hal ini dilakukan untuk menambah pundi-pundi kas kelompok budidaya tersebut. Tak hanya pakan, mereka juga menjual botol minuman bekas untuk dijadikan tempat ikan. “Kami jual botol minuman bekas satunya itu Rp600, udah bersih ya. Kalau di Parung itu paling murah Rp1.000. Selain itu kami juga jualan kutu air dan encuk,” jelasnya.

Hasil dari penjualan tadi, dikumpulkan untuk kemudian dijadikan modal menyewa kios di Jalan Raya Serua. “Kami sekarang lagi sewa kios juga sebagai lokasi penjualan. Ukuran kiosnya dua kali dua meter, biaya sewa per bulannya Rp600 ribu per bulan,” Imbuhnya.

Awaludin dan Firdaus pun sangat senang dengan dibuatnya kelompok budidaya ikan hias ini. Keberadaan kelompok ini menjadi angin segar bagi mereka, untuk bisa bertahan di tengah terpaan pandemi Covid-19 yang melanda sebagian besar perekonomian masyarakat.

“Saya bersyukur banget dengan adanya kegiatan budidaya ini. Saya jadi punya aktivitas lagi setelah saya di PHK dari tempat kerja akibat pengurangan karyawan,” ujar Awaludin.

Selama menganggur, Awaludin tidak punya kegiatan lain selain nongkrong dan begadang di warkop itu. Kini, dia dipercayakan sebagai penjaga kios penujalan ikan. “Saya percaya, kelompok ini ke depannya akan lebih maju, dan bisa menolong kami anggotanya,” ujarnya haru.

Perasaan yang sama juga dirasakan Firdaus. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh serabutan ini, merasakan betul pahitnya pandemi. “Sejak awal pandemi sampai sekarang, saya sama sekali gak punya kerjaan, gak ada sama sekali yang make jasa saya,” terang Firdaus.

Maka dari itu, keberadaan Pelopor 002 ini diharapkan, bisa membawa mereka keluar dari jurang pandemi. “Saya bersyukur banget, saya nganggur bisa ada kegiatan, dan nambah wawasan. Saya akui untuk saat ini kami belum berorientasi pada keuntungan, tapi kami percaya, kedepannya usaha kami ini gak akan sia-sia,” tutupnya. (*)

 

Jurnalis: Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR