dadang wihana
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana

RADARDEPOK.COM – Usaha dan doa yang diikhtiarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membuahkan hasil. Hampir tiga bulan atau sekira 13 pekan Virus Korona (Covid-19) melandai di Depok. Hal ini diketahui pada status zona oranye dengan risiko sedang penyebaran Covid-19 tidak berubah, yang dirilis satuan tugas (Satgas) pusat.

“Berdasarkan rilis data dari satgas pusat, alhamdulillah sudah 13 minggu terakhir ini Depok berada pada zona oranye,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Selasa (20/4).

Dia berharap, dengan dukungan semua pihak, maka status atau level tersebut dapat meningkat menjadi kuning hingga akhirnya hijau alias tanpa kasus. “Karena memang ini sangat tergantung ikhtiar semua pihak, pemerintah maupun warga dalam rangka melakukan prokes (protokol kesehatan),” tegasnya.

Menurut Dadang, pentingnya melaksanakan prokes karena saat bramadan seperti sekarang ini, aktivitas warga secara sosial dan ekonomi cukup tinggi. Nah, ini harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Kalau kita longgar, maka dikhawatirkan ada peningkatan kasus kembali. Jadi ini yang harus kita sama-sama pahami, terutama di dalam kegiatan sosial keagamaan,” katanya.

Lebih lanjut Dadang mengungkapkan, data kasus harian COVID-19 di Kota Depok cenderung melandai dibanding dua pekan sebelumnya.

“Untuk kasus harian di kisaran antaran 100-200 per hari. Tapi dibanding dua minggu sebelumnya relatif lebih rendah, 200-300 orang, selalu seperti itu. Ini karena pelaporan di kita alhamdulilah  cukup lancar ya,” katanya.

Jika merujuk pada data satgas kota, jumlah Rukun Tetangga (RT) yang berada pada zona hijau atau terbebas dari COVID-19, yakni sebanyak 4.526 RT. Sedangkan zona kuning 750 RT, zona oranye 14 RT dan zona merah 1 RT.

Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menuturkan, berdasarkan data sejak 1 Maret hingga 15 April 2021 sudah ada 48.441 pelayan publik yang divaksin pada dosis pertama, dan 20.679 lansia yang sudah divaksin dosis pertama. “Kemudian tahap kedua, dosisi kedua sudah ada 37.513 pelayan publik yang divaksin. Serta 6.280 lansia sudah divaksin,” tutur Novarita kepada Radar Depok, Jumat (16/4).

Selain itu lanjut Novarita, terkait stok vaksinasi, setiap vaksin yang datang ke Kota Depok langsung didistribusikan ke fasilitas kesehatan (Faskes), dan nantinya langsung diberikan ke masyarakat.(rd)

Editor : Fahmi Akbar