Muyassar Roni
FREESTYLE: Ustad Rony sedang berpose sambil menunggang kudanya. FOTO: IST

Mengunjungi Kandang Kuda Muyassar Stable (2) 

RADARDEPOK.COM, Melalui sebuah nazar yang terpanjat di tengah keterbatasan, keinginan dan cita-cita ustad Rony membeli kuda akhirnya terwujud beberapa tahun kemudian. 

Laporan: Indra Abertrnego 

Setelah acara khitanan anaknya selesai pada 2016 silam, Ustad Rony ternyata tidak lantas membuang asanya. Dia terus berusaha sambil berdoa agar suatu saat bisa membeli kuda yang tidak mampu dia sewa, untuk memeriahkan acara khitanan anaknya kala itu.

Satu tahun kemudian, mimpi itu akhirnya terwujud. Ustad Rony membeli seekor kuda jantan lokal jenis Sandel.

“Tahun 2017 saya beli satu ekor kuda kecil dari Jakarta Pusat, seharga Rp9 juta. Saya juga beli delmannya Rp4 juta,” kata Ustad Rony.

Ketika membeli kuda, Ustad Rony belum punya lahan seluas saat ini. Dulu dia masih tinggal berpindah-pindah, setelah kudanya datang lengkap dengan delmannya, dia langsung membuat usaha delman keliling.

“Kami sempat bikin usaha delman selama tiga tahun, tapi setiap Jumat kudanya saya pakai untuk latihan berkuda,” tuturnya.

Merasa tertarik dengan olahraga berkuda, Ustad Rony akhirnya menambah jumlah armada kudanya. Dalam jarak tiga bulan setelah pembelian kuda pertama, dia kembali membeli dua ekor kuda lagi untuk digunakan sebagai kuda belajar bagi masyarakat yang mau menggeluti olahraga berkuda.

“Karena dulu belum punya lapangan, kami sewa tempat, kebun atau lahan kosong milik tetangga untuk belajar kuda. Dari awal dibuat peminat olahraga ini banyak, terutama murid pesantren yang ada di wilayah Depok,” bebernya.

Usaha sekolah berkuda Muyassar Stable milik Ustad Rony terus berkembang dengan pesatnya hingga saat ini. Jika tahun 2017 hanya ada tiga ekor kuda lokal, kini Ustad Rony memiliki 30 ekor kuda dari berbagai jenis dan dari manca negara.

Kuda yang ada di Muyassar Stable saat ini ada jenis kuda Sandel (kuda berpostur kecil) , kuda KP atau hasil persilangan kuda sandel dengan kuda besar dari luar negeri, kuda KPI (hasil peranakan kuda Australia dikawinkan kuda peranakan Australia),  kuda G (hasil perkawinan kuda Sandel dengan kuda ras unggulan dari luar negeri).

“Di sini kuda paling murah itu Sandel Rp15 juta, sedangkan paling mahal itu kuda G Rp100 juta,” terangnya. (bersambung)

 

Jurnalis: Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR