Beranda Metropolis Diduga Mark-up Rp450 Ribu, Anggaran Sepatu PDL Damkar Rp850 Ribu, Dibeli Rp400 Ribu

Diduga Mark-up Rp450 Ribu, Anggaran Sepatu PDL Damkar Rp850 Ribu, Dibeli Rp400 Ribu

0
Diduga Mark-up Rp450 Ribu, Anggaran Sepatu PDL Damkar Rp850 Ribu, Dibeli Rp400 Ribu
SERAHKAN BARBUK : Personel Damkar, Sandi Butar Butar yang viral karena aksinya, telah menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri Depok guna menyerahkan barang bukti, Rabu (14/4). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok semakin terbakar. Kemarin (14/4), Sandi Butar Butar personel Damkar yang nyanyian korupsi (Rasuah)-nya viral, menyerahkan sejumlah barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok sekira pukul 11:00 WIB. Menariknya, barang bukti yang diserahkan kepada Korps Adhiyaksa, ada pagu anggaran buat sepatu pakaian dinas lapangan (PDL). Tercacat di laporan, sepatu PDL seharga Rp850 ribu, tapi sepatu yang dimaksud cuma seharga Rp400 ribu.

Sandi datang seorang diri. Dia langsung menuju ruang penyidik Kejaksaan Negeri Depok. Di sana dia diminta keterangan terkait dugaan korupsi pengadaan sepatu bagi anggota yang dianggap tidak sesuai spesifikasi.

Sandi mengatakan, kehadirannya menindaklanjuti laporan terkait sepatu PDL yang telah masuk ke Kejari. Sehingga, saat ini dia diminta memenuhi panggilan dengan membawa sejumlah bukti.

“Saya datang bawa barang bukti, terkait permasalahan anggaran sepatu PDL. Ini laporan saya yang awal, dan laporannya sekarang sedang ditindaklanjuti,” ungkapnya di lingkungan Kantor Kejari Depok.

Dia membeberkan, dugaan penggelapan sepatu PDL. Pertama dari harganya, yang pagu anggarannya sebesar Rp850 ribu persepatu tetapi untuk sepatunya sendiri setelah dicek tidak ada pengamannya. Sehingga, kualitas tidak sesuai harapan personel yang terjun ke lapangan.

“Memang yang disampaikan pejabat itu benar di belanjakan sesuai, tapi kualitasnya tidak sesuai. Silakan abang bisa cek di online, ternyata dari pagu sekian, ternyata harga Rp400 ribu persepatu dengan merk, model, dan kualitas yang sama,” bebernya kepada Harian Radar Depok, Rabu (14/4).

Sandi melanjutkan, sesuai dengan berkas yang dipegangnya untuk dijadikan bukti. Nilai untuk pengadaan sepatu PDL sebesar Rp159 juta pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Selain sepatu, Sandi juga akan membeberkan berbagai dugaan penggelapan di tubuh Dinas Damkar. Hal yang dilaporkan lagi adalah salah satu intimidasi yang diterimanya dan juga personel lainya. Intimidasi tersebut direkam jelas Sandi, setiap personel yang berani melakukan tindakan seperti Sandi, pihak Damkar tidak segan untuk melakukan pemecatan.

“Saya ada bukti rekamannya kalau mereka juga diintimidasi. Mereka juga minta maaf ke saya karena tidak bisa membantu akibat terbentur anak istri. Saya juga punya keluarga tapi sudah ke cebur dan basah,” katanya.

Sandi membeberkan, intimidasi yang diterima, yaitu indikasi berupa surat teguran. Bahkan, intimidasi juga dialami rekannya jika mendukung aksinya akan terancam di pecat.

“Intimidasi itu dilakukan langsung dari pejabat yang ada di jajaran Dinas Damkar, bahkan pejabat itu menggalang dukungan dari personel ke setiap UPT dengan meminta tanda tangan yang keterangan tulisannya tidak mendukung aksi saya,” terang Sandi saat dikonfirmasi.

Aksi ini dilakukannya karena sudah lelah dengan tuntutan harus bekerja di lapangan seratus persen. Namun tanpa memperhatikan kualitas sampai hak setiap personel lapangan. Hal ini yang membuat pria berdarah Sumatera Utara itu tergerak lakukan aksi ini.

“Hari ini (kemarin) yang bersangkutan datang ke Kejaksaan Negeri Depok untuk kami minta keterangan,” singkat Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, Kamis (14/4/).

Harga sepatu yang diduga digelapkan untuk keseharian personel, Radar Depok mencoba mencari tahu di penjual online. Sepatu PDL yang digunakan personel Damkar dengan merek Magnum PDL dengan harga mulai dari Rp350 hingga Rp400 ribu, perbedaan harga tergantung penjajak toko yang menyediakan.

dugaan korupsi damkar
BARU DUGAAN : Personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok membongkar adanya dugaan korupsi ditempatnya bekerja sambil membawa nama Jokowi minta keadilan. ISTIMEWA

Penelusuran selanjutnya terkait harga perlengkapan personel Damkar. Dari daftar harga yang dihimpun dari PT. Endlesafe Sinergi Safetindo sebagai jasa penyedia perlengkapan personel damkar.

Melalui pihak pemasaran PT. Endlesafe Sinergi Safetindo, Riyan membeberkan, harga per item perlengkapan personel, untuk harga helm yang paling murah berada di harga Rp600 ribu dan paling mahal Rp1,4 juta. “Baju safety juga beragam, yang lokal harganya Rp1,8 juta, yang merek China sekitar Rp2,2 juta, dan yang paling mahal dari Eropa sebesar Rp7 juta satuannya,” bebernya.

Dia melanjutkan, harga sarung tangan pun beragam, tergantung kebutuhan personel sebab penugasannya berbeda saat pemadaman. Bagi sarung tangan yang lokal sebesar Rp122 ribu satu pasangnya, untuk sarung tangan buatan China berkisar Rp187 ribu, dan yang paling termahal dari buatan Eropa senilai Rp435 ribu.

Sementara terakit sepatu personel untuk pemadaman, untuk safety boots ada yang harga Rp93 ribu dan Rp187 ribu, tentunya ada perbedaan kualitas. Untuk yang kualitas di atas kedua safety boots juga tersedia, pertama fireman boots type JJXF dengan harga Rp900 ribu, lalu yang paling mahal ada fireman type Harvik dengan harga Rp1,4 juta.

“Memang standar profesional pemadaman adalah yang berasal dari eropa, karena kualitasnya yang sangat teruji keamanannya, karena sudah standart eropa, sertifikat dan test report lengkap,” terang Riyan kepada Harian Radar Depok.

Dilokasi terpisah, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Dinas Damkar Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk tidak ingin berkometar panjang lebar terkait pejabat Damkar dengan inisial D dipanggil Kejaksaan. “Saya tidak bisa bicara, kenapa harus bertanya ke saya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk mengklarifikasi apa yang terjadi di Damkar, dia menyarankan untuk mengkonfirmasi Kepala Dinas, demi kejelasan kejadiannya.(rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar