dugaan korupsi
Kasat Reskrim Polresto Depok, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana

RADARDEPOK.COM – Makin hari kasus dugaan rasuah (Korupsi) di tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, makin terang benderang. Kamis (22/4), bukti-bukti dari hasil klarifikasi mulai terkumpul. Korps Adhyaksa misalnya, tiga orang honorer kembali dipanggil. Belum lagi ditambah pihak Polres Metro (Polrestro) Depok, sudah memanggil enam pejabat Damkar.  Malah, Kuasa Hukum dari Sandi Butar-Butar akan melaporkan dua dugaan tersebut, secara resmi ke Polrestro Depok pekan depan.

Kasat Reskrim Polresto Depok, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana menyebutkan, masih melakukan pemeriksaan terhadap masalah pengadaan kendaraan. Saat ini masih dalam tahap klarifikasi dan sudah ada enam orang yang dimintain keterangan. “Untuk masalah sepatu, dana Covid-19 dan pemotongan yang lainnya sudah ditindaklanjuti oleh Kejaksaan,’’ jelasnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (22/4).

Lebih lanjut, Made menyebutkan higgga saat ini enam orang yang dimintai keterangan seluruhnya merupakan anggota Damkar Kota Depok. “Ini masih dalam tahap klarifikasi, nanti jika sudah jelas akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media,” tegasnya.

Sementara, Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menegaskan, sampai detik ini masih dalam tahap pengumpulan data maupun keterangan, alias  full data full bucket. “Hari ini (Kemarin)  ada tiga pegawai honorer yang kami panggil, sehingga total sudah ada 16 orang yang kami mintai keterangan,” ungkap Herlangga kepada Radar Depok, Kamis (22/4).

Sejauh ini, kejaksaan telah memanggil sejumlah instansi baik dari pemerintah ataupun non pemerintah untuk mendalami laporan yang masuk, yakni terkait pengadaan sepatu PDL serta dana insentif Covid-19.

Terpisah, Kuasa Hukum Sandi Butar Butar, Razman Arif Nasution meminta, kepada Tim Khusus (Timsus) Kemendagri untuk turun secara langsung ke lapangan, dalam proses penyidikan. Sehingga akan memaksimalkan pemeriksaan. “Saya sangat mengapresiasi ada timsus, ini akan menambah baik pembuktian dugaan. Tapi mereka harus ke lapangan, jangan sifatnya pemanggilan,” tegas Razman kepada Radar Depok, Kamis (22/4).

Menurutnya, bagi siapapun yang melakukan pemanggilan kepada kliennya, tentu mendapat pendampingan dari tim kuasa hukumnya. Dia pun menegaskan, Selasa atau Rabu minggu depan akan melakukan pelaporan terkait sejumlah dugaan korupsi di Dinas Pemadam tersebut, baik pengadaan sepatu Pakian Dinas Lapangan (PDL), insentif Covid-19, dan lainnya.  “Kita akan lakukan laporan ke Polrestro Depok, Selasa atau Rabu minggu depan ini,” ungkapnya.

Razman pun melanjutkan, perlindungan terhadap kliennya belum dibutuhkan, sebab semenjak kliennya didampingi kuasa hukum. Intimidasi dari pihak yang dirugikan sudah tidak terjadi. “Sebelum saya dampingi iya ada intimidasi, tapi sekarang saat didampingi sudah tidak ada, kata Sandi. Jadi tidak terlalu dibutuhkan,” tandas Razman. (rd/tul/arn)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah, Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar