Irjen Kemendagri, Tupak Haposan Simanjuntak
Irjen Kemendagri, Tumpak Haposan Simanjuntak.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Inspektorat Jendral (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tumpak Haposan Simanjuntak mengatakan, pemeriksaan dokumen dan verifikasi data fakta lapangan terkait dugaan korupsi Damkar Kota Depok masih terus dilakukan oleh tim khusus.

Nantinya, regu yang melakukan penyemprotan disinfektan akan dipanggil.

“Kita sedang di tahap Anet (Analisis dan evaluasi), verifikasi dokumen, dan data fakta lapangan. Untuk hari ini, Agenda Timsus istirahat dahulu, dilanjutkan besok,” katanya kepada Radar Depok, Minggu (25/04).

Pemeriksaan tersebut diakuinya membutuhkan waktu untuk menelusuri dan memverifikasinya, karena kejadian semua dokumen yang masuk dan sedang diperiksa dari tahun 2018.

“Misalkan pengadaanya diadakan produsennya siapa? harga berlaku saat itu berapa? Volumenya berapa? Jadi tidak bisa cepat, karena harus bongkar dokumen, cari alamat, dan lainnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, semua regu di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok yang melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan akan dipanggil.

“Masih belum tau ada berapa regu. Katanya satu regu ada enam orang dan pembayaran (upah) mereka dibayarkan melalui komandan regunya (danru). Apakah pembayaran regu itu sama dengan regu sandi atau bagaimana. Makanya kita verifikasi dengan memanggil semua,” ungkapnya.

Adapun, hingga saat ini, dirinya mempertanyakan mangkirnya Sandi Butar Butar atas panggilan dari tim khusus dengan alasan harus selalu di dampingi pengacaranya.

“Masih belum memenuhi panggilan kami. Katanya dia harus didampingi lawyer, padahal kami bukan penegak hukum. Kalau memang dia punya data valid, kenapa dia takut,” tutupnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya