Beranda Politika Edi Sitorus Kutuk Rentetan Aksi Teror di Indonesia

Edi Sitorus Kutuk Rentetan Aksi Teror di Indonesia

0
Edi Sitorus Kutuk Rentetan Aksi Teror di Indonesia
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua Komisi C DPRD Kota Depok, Edi Sitorus mengutuk keras rentetan aksi teror di Indonesia. Politikus Partai Demokrat ini pun menyebut bahwa aksi itu merupakan tindakan konyol dan tidak dibenarkan oleh agama manapun.

“Jelas konyol.  Aksi teror yang mereka lakukan itu tidak berdasarkan patokan ilmu yang mereka dapat, karena kalau sudah dilandasi dengan ilmu yang baik kita tidak akan sampai tersesat seperti itu,” kata Edi Sitorus kepada Radar Depok.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok ini menegaskan bahwa agama apapun tidak akan mengajarkan untuk menyakiti sesama. Sehingga, dia menilai jika aksi tersebut murni dilakukan sekelompok teroris yang ingin merusak kedamaian di Indonesia.

“Baru saja Bom di Makassar, kemudian teror di Mabes Polri. Jelas, saya secara pribadi, maupun sebagai Anggota DPRD Kota Depok dan kader Demokrat, mengutuk aksi teror tersebut,” tegas Edi Sitorus.

Wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) KOTA Depok 3 (Cimanggis) ini pun meyakini bahwa aparat keamanan tidak tinggal diam dan dapat segera mengungkap jaringan kelompok teroris tersebut.

“Kami berharap agar pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan juga lebih memaksimalkan langkah pencegahan agar tragedi teror bom maupun aksi teror tidak terjadi lagi di Indonesia,” ucapnya,

Edi Sitorus pun mengajak masyarakat dan rekan seperjuangannya dulu supaya ikut mendukung program kepolisian dalam memberantas tindakan terorisme di Indonesia. Jangan sampai, segala perbedaan malah membuat perpecahan di lingkungan masyarakat.

“Kita ini bersatu di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam bingkai Pancasila dan kita ini bangga dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tapi tetap satu. Ini pun diakui dan diapresiasi oleh negara lain. Mari kita bersatu menangkal aksi teror di Indonesia,” pungkas Edi Sitorus. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah