Beranda Pendidikan Germanian untuk Siswa SDIT Mawaddah Mencintai Alam

Germanian untuk Siswa SDIT Mawaddah Mencintai Alam

0
Germanian untuk Siswa SDIT Mawaddah Mencintai Alam
PRAKTIK : Siswa-siswa SDIT Mawaddah saat melakukan praktik konservasi air hujan. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam memperingati Hari Air Sedunia, SDIT Mawaddah mengadakan kegiatan konservasi air. Kegiatan yang diilakukan siswa kelas  V tersebut, adalah Gerakan Memanfaatkan Air Hujan (Germanian) yang berlangsung dari bulan Maret dan berakhir di April 2021

Penanggungjawab siswa kelas V, Lily Suliyatiningrum mengatakan, kampanye konservasi air dengan proyek Germanian dilakukan melalui poster dan video. Kegiatannya diawali dengan virtual conference.

“Saya melibatkan guru wali kelas V lainnya untuk melakukan pembelajaran berbasis proyek,” ucapnya.

Lily menuturkan, dipilihnya konservasi air dengan menggunakan air hujan, untuk mengajarkan tentang pentingnya air bagi kehidupan. Selain itu, kegiatan tersebut juga relevan dengan pembelajaran tema 8, yakni lingkungan sahabat kita yang saat ini sedang disampaikan materinya.

“Air hujan sebagai rahmat yang diberikan oleh Sang Pencipta sesungguhnya memiliki banyak manfaat dan keberkahan. Namun, masih banyak manusia yang abai dan mengeluhkan kehadirannya karena menjadi penyebab terjadinya bencana alam yang sebenarnya disebabkan oleh prilaku manusia sendiri yang tidak bijak pada alam,” terangnya.

Oleh karena itu, perlu ada stimulus untuk siswa agar bersama keluarganya bisa memanfaatkan air hujan. Kegiatannya sederhana, yakni bagaimana cara memanfaatkan air hujan secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari, sebagai pengganti air tanah atau air sumur dalam rangka konservasi air.

“Dengan menabung air, menampung air, dan memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari,” jelasnya.

Lily menjelaskan, proyek yang dilakukan siswa kelas V SDIT Mawaddah adalah membuat Pupuk Air Hujan Murni (Puk Ani), Pupuk Organik Cair Air Hujan (Pokijan), dan Air Minum Hujan (Aruman). Dalam kegiatan proyek tersebut, siswa mulai menampung air hujan untuk keperluan sehari-hari seperti mengepel rumah, mencuci kendaraan, atau yang lainnya. Sebagian lagi digunakan untuk melakukan proyek percobaan yang disertai pembuktian ilmiah sederhana.

“Kegiatan ini sangat memberikan kebermakanaan bagi para peserta didik. Selain mereka mencari informasi terkait pemanfaatan air hujan, melakukannya bersama keluarga dan merasakan langsung manfaatnya secara nyata, kegiatan ini memberikan nilai positif lainnya seperti membangun kepemimpinan, sosial, dan juga kewirausahaan,” jelasnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya