Anggota Komisi V DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya menilai peringatan Hari Kartini tahun ini sebaiknya dimaknai dengan penguatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perempuan.  Terlebih, saat ini tengah pandemi Covid-19.

“Tak bisa dimungkiri bahwa kaum hawa sangat rentan terhadap dampak pandemi Covid-19, namun mereka juga berperan signifikan dalam upaya menghalau krisis akibat pandemi,” kata Rizki kepada Radar Depok.

Sebab, lanjut Anggota DPRD Jabar dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini, pelaku UMKM saat ini didominasi kaum hawa, yang bertujuan membantu perekonomian keluarga, di samping pekerjaan suami mereka.

“Bahkan, tidak jarang UMKM yang dikelola perempuan, bisa sukses dan penghasilannya bukan lagi membantu perekonomian keluarga, tetapi mendongkrak status sosial keluarga mereka,” ujar Rizki.

Saat pandemi Covid-19, banyak pekerja perempuan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sehingga, kebanyakan dari mereka beralih menjadi pelaku UMKM. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah usaha mikro yang dikelola oleh wanita pada tahun lalu mencapai 14 juta unit Sedangkan di tahun ini berdasarkan data penelitian International Finance Corporation (IFC) jumlahnya mencapai 30,6 juta unit.

“Memperingati momentum Hari Kartini, yang dimana hal itu sebagai bentuk nyata aktualisasi diri perempuan Indonesia berkiprah dalam dunia usaha tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan, isteri dan ibu,” tutur Rizki.

Rizki yang memiliki jargon Dewan Milenial ini melanjutkan, peran UMKM sangat membantu kebangkitan perekonomian di Indonesia terlebih dalam masa pandemi Covid-19 ini. Tak terkecuali katanya para UMKM yang banyak dimotori kaum hawa.

“UMKM sudah membuktikan dapat bertahan dari hantaman krisis moneter 1998 lalu,” katanya.

Namun, Rizki menegaskan, kondisi saat ini berbeda dari saat krisis moneter lalu. Sebab, saat ini zaman sudah sedemikian canggih di era digital. Sehingga, pelaku UMKM juga harus berikan pelatihan tentang pasar digital.

“Dengan begitu, akan sangat membantu mereka melakukan penetrasi ke pasar yang lebih luas dan beragam melalui aplikasi online. selain mendorong pelaku usaha mahir memasuki pasar digital, saya terus aktif mendorong pelatihan untuk para pelaku UMKM,” bebernya.

Bahkan, Rizki menambahkan, beberapa waktu lalu, pihaknya bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Peta Indonesia mengadakan pelatihan Entrepeneur Youth Worshop bagi pemuda dan pelaku UMKM yang ada di Kota Depok.

“Dalam pelatihan tersebut diikuti 150 pelaku UMKM, hampir 90 persen pesertanya perempuan,” kata Rizki

Dari sini, Rizki berharap, UMKM dapat makin maju dan berkembang, agar perekonomian dapat kembali berputar, serta pembangunan dapat dilanjutkan, sambil pemerintah fokus pada penanggulangan Covid-19 yang berlangsung sejak awal Maret 2020 lalu.

“Saya pun mengucapkan selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan hebat di Indonesia. Semoga ekonomi Indonesia dapat bangkit dan kita bisa terbebas dari pandemi Covid-19,” pungkas Rizki. (adv)

 

Kata Rizki Apriwijaya

  • Menilai peringatan Hari Kartini tahun ini sebaiknya dimaknai dengan penguatan pelaku UMKM perempuan. Terlebih, saat ini tengah pandemi Covid-19
  • UMKM berperan signifikan dalam upaya menghalau krisis akibat pandemi
  • Pelaku UMKM saat ini didominasi kaum hawa, yang bertujuan membantu perekonomian keluarga
  • Saat pandemi Covid-19, banyak pekerja perempuan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
  • Kebanyakan dari mereka beralih menjadi pelaku UMKM
  • Data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah usaha mikro yang dikelola oleh wanita pada tahun lalu mencapai 14 juta unit
  • Di tahun ini berdasarkan data penelitian International Finance Corporation (IFC) jumlahnya mencapai 30,6 juta unit
  • Memperingati momentum Hari Kartini, yang dimana hal itu sebagai bentuk nyata aktualisasi diri perempuan Indonesia berkiprah dalam dunia usaha tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan, isteri dan ibu
  • Peran UMKM sangat membantu kebangkitan perekonomian di Indonesia terlebih dalam masa pandemi Covid-19
  • UMKM sudah membuktikan dapat bertahan dari hantaman krisis moneter 1998 lalu
  • Pelaku UMKM juga harus berikan pelatihan tentang pasar digital