Abdul Harris Bobihoe
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Abdul Harris Bobihoe. berbicara tentang kuota haji 2021 Indonesia yang ditutup Pemerintah Arab Saudi. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Abdul Harris Bobihoe meminta agar tata ruang di Kota Depok diperhatikan lebih baik lagi, agar tidak bersinggungan dengan masyarakat dan menjadi problem baru di Kota Sejuta Maulid, serta tidak semua pembangunan terpusat di Margonda.

Harris pun tak mempermasalahkan soal peningkatan pembangunan. Namun hal tersebut tentu jangan malah merugikan. Anggota Komisi III ini melihat pertumbuhan pusat perbelanjaan (mal) dan apartemen cukup pesat.

Tapi, mestinya harus seimbang pula dengan kebutuhan masyarakat. Ini berkaitan dengan fasilitas umum. “Karena hanya beberapa yang menikmati apartemen. Saya kira tidak mungkin apartemen dinikmati masyarakat menengah ke bawah. Mal juga demikian,” ungkapnya.

Politikus Gerindra ini menerangkan, bila memang ingin membangun apartemen, meski memilih lokasi pinggiran kota. Artinya semua jangan bertumpuk di pusat kota.

Lebih lanjut, kata dia, bila semua hanya terpusat di pusat kota, Jalan Margonda misalnya, hanya akan menimbulkan persoalan baru. Macet.

“Di sana saya kira harus coba dipecahkan masalahnya. Banyak wilayah yang masih luas di Depok. Jangan Jalan Margonda dijadikan sebagai pusat bisnis terus. Saya kira harus bergeser. Jangan sampai semua dibangun disana,” tegasnya.

Bicara tata ruang, tentu mesti pula membahas tentang jalan. Dirinya menyoroti ihwal koneksitas jalan. Jalan lingkungan mesti bisa menjadi penghubung ke jalan-jalan besar. Saat ini yang terjadi, semuanya dialihkan ke Jalan Margonda.

“Kalau semua terpusat di Jalan Margonda. Seperti sekarang. Kondisinya numpuk,” pungkasnya. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah