gas
PERSEDIAAN : Pekerja saat sedang merapihkan jejeran gas pada sebuah mobil truk pengangkut di salah satu distributor gas di PT Raja Gas, Jalan Raden Saleh, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok menjamin keberadaan gas melon aman selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Dan siap melakukan penambahan stok gas 3 kilogran (Melon), apabila kebutuhan masyarakat semakin banyak, menjelang lebaran. Saat ini ada 1.700.000 tabung yang disiapkan.

Kepala Hiswana Migas Kota Depok, Ahmad Badri mengatakan, Ramadan yang sudah memasuki hari ke-18, stok gas melon masih aman. Karena sebelumnya, saat menjelang Ramadan, sudah diberikan tambahan kuota 100 persen. “Alhamdulillah sampai saat ini aman. Karena ada juga penyalur baru dan sepertinya membantu masyarakat,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (29/4).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, alokasi harian gas melon saat ini adalah sekitar 68.000 atau ada sebanyak 1.700.000 tabung dalam satu bulan. “1.7000.000 tabung alokasi per bulan dibagi dalam 25 hari kerja, jadi alokasi hariannya adalah 68.000,” ujarnya.

Ahmad mengungkapkan, apabila nanti menjelang hari raya Idul Fitri dirasa perlu melakukan penambahan, maka Hiswana Migas akan melapor kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok guna mengajukan ke Pertamina. “Kalau nanti dirasa perlu, kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Depok,” jelasnya.

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, menurut Ahmad, biasanya penambahan stok gas melon akan dilakukan H-7 Hari Raya Idul Fitri. “Tapi masih kami pantau, kebetulan biasanya masyarakat Depok tidak terlalu banyak penambahan karena mudik, namun tahun ini ada larangan mudik. Mungkin ada perbedaan,” lanjutnya.

Terkait harga gas melon, sebenarnya dari agen tidak mengalami perubahan, namun seiring bertambahnya permintaan, biasanya warung atau di pasaran mengikuti permintaan yang ada. “Jadi, karena banyak warung yang tidak dapat di agen, mereka ambil dari warung lain. Sehingga harganya menjadi naik. Dari agen hanya Rp16 ribu, namun di warung sekarang bisa mencapai Rp22 ribu,” bebernya.

Terpisah, salah satu penjual gas di warung daerah Pancoranmas, Tini mengatakan, saat ini harga gas yang dijualnya lebih mahal dari biasanya. Ada kenaikan tapi tidak drastis. “Saya biasa menjual Rp21 ribu, sekarang seharga Rp22 ribu. Karena saya juga tidak mengambil dari pangkalan gas, tapi dari agen warung,” tuturnya kepada Radar Depok.

Dia menjelaskan, kenaikan harga tersebut ditimbulkan karena kebutuhan masyarakat yang juga semakin meningkat. “Banyak orang yang jadi lebih sering masak, mungkin berdagang takjil juga yang memerlukan gas. Jadi, banyak yang cari,” pungkasnya.(rd/dis)

Tentang Persediaan Gas 3Kg:

Persediaan gas selama Ramadan-Hari Raya Idul Fitri:

  • 700.000.000 tabung

Alokasi harian gas:

  • 000 tabung

Upaya agar tidak langka:

  • Monitor kebutuhan masyarakay
  • Apabila kebutuhan semakin bertambah banyak
  • Berkoordinasi dengan Pemkot Depok, guna penambahan dari Pertamina

Alasan kebutuhan gas meningkat:

  • Kebutuhan masyarakat meningkat dalam memasak, bagi pedagang takjil, dan sebagainya

Harga gas di pangkalan:

  • Rp16 ribu

Harga gas di pasaran atau warung:

  • Rp22 – Rp23 ribu

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar