POTONG TUMPENG : Jajaran Komisioner Bawaslu Kota Depok saat menggelar tasyakuran dan potong tumpeng dalam rangka HUT Ke-13 Bawaslu Kota Depok di kantor sekretariat mereka, Jalan Nusantara Raya, Nomor 1, RT01/13 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Jumat (9/4). FOTO : RICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bersama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Bawaslu Provinsi seluruh Indonesia, dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia, Bawaslu Kota Depok merayakan hari ke-13 Bawaslu melalui video conference di ruang media centre Bawaslu Kota Depok, Jumat (9/4). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Anggota, Kepala Sekretariat, serta jajaran sekretariat lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu RI Abhan menyatakan bahwa 13 tahun perjalanan Bawaslu penuh dinamika, baik pro maupun kontra. Namun dibalik itu semua, Bawaslu tetap konsisten menjalankan perannya dalam mengawal demokrasi Indonesia.

“Kita harus mengingat perjalanan Bawaslu selama 13 tahun ke belakang. Sepanjang sejarah kepemiluan, lembaga pengawas pertama kali menjadi Bawaslu yaitu pada tahun 2008,” kata Abhan.

Tentu, sambung Abhan, dengan perjalanan panjang hingga hari ini, tidak lepas dari catatan dan kritik atas kinerjanya di lapangan. Menurut dia, perjalanan yang dilewati Bawaslu pun tidak sendiri. Hal ini atas dukungan dan sinergitas dari berbagai pihak.

“Di antaranya sesama penyelenggara yaitu KPU dan DKPP, teman-teman pemantau, serta pegiat demokrasi dan kader pengawas partisipatif yang tersebat diseluruh Indonesia,” ujar Abhan.

Sementara, Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini mengatakan, momentum HUT Bawaslu yang ke-13 tahun ini mengambil tema ‘13 Tahun Bawaslu Mengawasi Untuk Demokrasi’. Bawaslu Kota Depok mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta berpartisipasi menjadi pengawas partisipatif demi terciptanya iklim demokrasi yang sehat.

“Pada peringatan 13 tahun ini, Bawaslu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dalam pengawasan demokrasi bangsa, juga membangun solidaritas kebangsaan untuk melawan pandemi Covid-19,” kata Luli.

Bawaslu, lanjut perempuan berhijab ini,  telah memberikan kontribusi nyata dalam mengawal terwujudnya sistem demokrasi sesuai dengan amanat konstitusi.

“Selain itu, posisi strategis dalam penyelenggaraan pemilu, menjadikan Bawaslu sebagai salah satu pemeran penting dalam proses demokrasi di Indonesia,” ucap Luli.

Di tempat yang sama, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana mengatakan, semangat optimisme harus terus dibangun di tengah-tengah situasi seperti ini. Walaupun proses Pemilu sejauh ini masih dicanangkan tahun 2024, tapi Bawaslu Kota Depok harus tetap memberikan kontribusinya sebagai Pengawas Pemilu di tengah-tengah masyarakat.

“Covid-19 tidak menghilangkan semangat dan tidak pula melemahkan fungsi pengawasan dan pengabdian Bawaslu untuk bangsa dan negara,” tutur Dede.

Dalam situasi dan kondisi saat ini, ketika negara Indonesia terdampak pandemi Covid-19, Bawaslu Kota Depok juga terus memunculkan semangat gotong royong dan kerelawanan pada seluruh masyarakat Indonesia.

Merangkul dan merawat kader-kader pengawas partisipatif untuk tetap siaga atas situasi yang ada, sekaligus terus memberikan pembekalan mengenai nilai dan prinsip pengawasan kepemiluan. Bawaslu Kota Depok juga selalu meningkatkan koordinasi antarorganisasi dan stakeholders. Bawaslu tidak boleh kehabisan ide meskipun pertemuan tatap muka dikurangi.

“Bawaslu akan terus mengikuti perubahan jaman, khususnya perubahan teknologi komunikasi dan informasi. Hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan oleh Bawaslu. Peningkatan etos kerja, pengetahuan, serta ketrampilan menajemen kepemiluan tetap terus dioptimalkan oleh jajaran Bawaslu,”  kata Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Kota Depok, Andriansyah menutup obrolan. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah