Beranda Metropolis Juknis dan Pergub PPDB SMA, Tunggu Teken Gubernur

Juknis dan Pergub PPDB SMA, Tunggu Teken Gubernur

0
Juknis dan Pergub PPDB SMA, Tunggu Teken Gubernur
FOTO: Ilustrasi PPDB SMA dan SMK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA, SMK, SLB tahun 2021 akan dimulai pada Juni 2021. Namun, terdapat beberapa perbedaan antara PPDB tahun lalu dan tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, ada beberapa perbedaan antara PPDB tahun ini dengan tahun sebelumnya, yang secara umum terdapat di draft petunjuk teknis (Juknis) dan perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang PPDB.

“Saat ini sudah ada drafnya, namun untuk Juknis dan Pergub masih menunggu tanda tangan. Kemudian harus menunggu rekomendasi ke Kemendagri dulu,” tuturnya kepada Radar Depok, Selasa (20/4).

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan, ada beberapa perbedaan PPDB tahun ini dari sebelumya. Salah satunya dari kepanitiaan. Tahun ini ketua panitia PPDB SMA, SMK, dan SLB di Jabar adalah kepala cabang dinas pendidikan di seluruh Wilayah I sampai XII.

“Kemudian, tahun ini kami ikutkan sertakan sekolah swasta dalam proses pendaftaran PPDB 2021. Nantinya, peserta didik tidak hanya bisa memilih sekolah negeri saja, namun juga swasta,” jelasnya.

Hal ini dilakukan untuk memberikan hak yang sama kepada sekolah negeri dan swasta. Karena berdasarkan data yang dimiliki, daya tampung seluruh MTS dan SMP di Jabar hampir 750.000 siswa. Sedangkan sekolah negeri hanya bisa menampung sekitar 41,2 persen saja.

“Kemudian jalur masuk bagi siswa atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tahun ini masuk ke dalam jalur zonasi, sebelumnya masuk ke dalam jalur afirmasi,” lanjutnya.

Dedi berpesan kepada orangtua siswa, terutama yang kurang mampu. Jangan terlalu khawatir akan kuota sekolah, karena dalam aturan telah menjamin hak untuk bersekolah bagi anak yang kurang mampu, terutama di jalur afirmasi. “Kalau kepada seluruh orangtua, saya sampaikan di PPDB tahun ini ada pilihan sekolah swasta. Artinya, mau sekolah di swasta atau negeri itu sama saja,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Cabang Disdik Wilayah 2, I Made Supriatna mengatakan hal yang sama. Saat ini Juknis dan Pergub masih menunggu tandatangan dari Gubernur. “Saat ini Pergubnya belum ditanda tangani oleh Gubernur. Namun, untuk drafnya sudah ada,” tuturnya kepada Radar Depok.

Jalur PPDB SMA memiliki empat jalur. Pertama jalur zonasi 50 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur perpindahan tugas orangtua atau wali atau anak guru dengan kuota lima persen, dan jalur prestasi dengan kuota 25 persen.

Sedangkan jalur PPDB SMK memiliki empat jalur, yang pertama jalur afirmasi 20 persen, jalur prioritas terdekat 10 persen,jalur perpindahan tugas orangtua atau wali atau anak guru dengan kuota lima persen, dan jalur prestasi 65 persen. “Yang bisa masuk ke jalur afirmasi PPDB 2021 adalah Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) dan Disabilitas dengan kuota 15 persen. Dan kondisi tertentu sebanyak lima persen,” pungkasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR