data
PENDATAAN: DPAPMK Kota Depok, saat launching pendataan keluarga dimulai di kediaman Walikota dan Wakil Walikota Depok, Kamis (2/3). Foto : PUTRI DISA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pendataan Keluarga Tahun 2021, secara resmi dimulai 1 April. Selama dua bulan atau tepatnya sampai 31 Mei 2021 pendataan ditarget mencapai 500.616 kepala keluarga (KK). Pendataan Keluarga di Kota Depok diawali dengan pendataan kepada keluarga Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono.

Mohammad Idris mengatakan, pendataan keluarga dilakukan guna menambah data yang sudah ada disensus kependudukan. Ini terkait dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Jadi, bagaimana keluarga ini diketahui tingkat kesejahteraannya. “Termasuk juga tentang masalah keluarga yang mungkin masih di usia sekolah,” tuturnya usai dilakukan pendataan keluarga dikediamannya, Kamis (2/3).

Nantinya, menurut Idris, data ini pun sangat mungkin digunakan untuk kebijakan kedepannya. Maka dari itu, dia berharap agar masyarakat merespon pendataan sesuai pertanyaan yang diajukan oleh pendata atau kader.

“Sekali lagi, semuanya ini dilakukan dalam rangka mengukur dan memetakan keluarga di Kota Depok. Yang nantinya sebagai bahan untuk melakukan kegiatan yang bisa mensejahterakan masyarakat,” ucap Idris.

Terpisah, Wakil Walikota, Imam Budi Hartono mengatakan, pendataan keluarga sangatlah penting untuk mengambil kebijakan di pemerintah pusat atau Kota Depok. “Maka dari itu, masyarakat diharapkan untuk memberikan data yang valid,” tuturnya dikediamannya setelah dilakukan pendataan penduduk, Kamis (2/3).

Imam mengajak seluruh masyarakat Kota Depok untuk ikut bersama-sama menyukseskan pendataan keluarga tahun 2021. “Saya berharap agar bisa membantu mensukseskan sensus penduduk. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya, dalam memberikan keputusan pemerintah dengan tujuan akhir mensejahterakan masyarakat Kota Depok,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, pendataan keluarga merupakan program lima tahunan BKKBN. “Dilaksanakan dengan metode sensus, yaitu kunjungan rumah ke rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini,” tutur Nessi.

Nessi menjelaskan, adapun tujuan dari pendataan keluarga adalah untuk mendapatkan basis data keluarga yang akurat. “Kemudian ada tiga indikator dalam pertanyaan pada pendataan keluarga, yaitu indikator pembangunan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga,” jelasnya.

Adapun target Kartu Keluarga (KK) yang didata di Kota Depok adalah sebanyak 500.616 KK dengan melibatkan 3.493 kader. “Dalam pendataan keluarga kali ini, Kota Depok menggunakan metode 100 persen dengan smartphone,” pungkasnya.(dis) 

Tentang Pendataan Keluarga 2021 :

 Target Terdata:

  • 616 KK

 Jumlah Kader Pendata:

  • 493 kader

 Dasar Hukum :

  • UU Nomor 52 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014

 Waktu Pelaksanaan:

  • 1 April – 31 Mei 2021

 Tujuan Pendataan:

  • Mendapatkan basis data keluarga yang akurat

 Indikator pertanyaan:

Indikator kependudukan

– keluarga berencana

– Pembangunan keluarga

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar