Beranda Metropolis Kuliner Ramadan Ala Wakil Walikota Depok : Lontong-Risol Tak Boleh Ketinggalan

Kuliner Ramadan Ala Wakil Walikota Depok : Lontong-Risol Tak Boleh Ketinggalan

0
Kuliner Ramadan Ala Wakil Walikota Depok : Lontong-Risol Tak Boleh Ketinggalan
Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bulan Ramadan tahun ini tentu terasa spesial bagi seorang Imam Budi Hartono. Sebab, pertama kalinya menyambut bulan suci dengan menyandang status sebagai Wakil Walikota Depok.

Tentu, ada banyak perbedaan yang ia rasakan. Pada tahun-tahun sebelumnya, Ramadan ia lalui sebagai Anggota DPRD Jawa Barat. “Biasanya dulu (sebagai anggota dewan), paling undangan acara cuma satu sampai dua. Tapi kali ini, bisa tiga sampai empat kegiatan per hari,” ungkap Imam kepada Radar Depok, di ruang kerjanya, Kamis (15/4).

Dirinya pun merasakan ada perbedaan antara Ramadan tahun ini, dengan beberapa tahun sebelumnya. Tentu akibat Covid-19. Ada perubahan budaya.

Meski demikian, ia bersyukur tahun ini ada sejumlah pelonggaran. Sudah bisa Salah Tawrawih bersama lagi di masjid. Tahun lalu tidak bisa. “Tentu harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” terangnya.

Ihwal kuliner Ramadan favoritnya, Ketua DPD PKS Kota Depok ini menambahkan, menu andalannya tak muluk-muluk. Kalau berbuka, satu yang tak boleh lupa ialah lontong dan gorengan risol. “Sepertinya itu favorit orang Depok deh. Ditambah bumbu kacang,” beber dia.

Sementara kalu menu sahur, Imam menilai yang penting makanan berat. Nasi tentunya. Lauknya harus hangat dan berkuah. Bisa sayur sop atau soto.

Kalau saya itu tidak terlalu suka vitamin. Paling untuk suplemen, saya rutin makan buah saja. Madu juga,” terangnya.

IBH-sapaannya-turut memberikan pandangannya soal makna Ramadan. Menurutnya, Ramadan merupakan bulan suci yang penuh rahmat dari Allah SWT. Diperintahkan berpuasa dan beribadah dengan khusyuk. Memperbanyak amalan.

Lebih lanjut, beber dia, tak hanya menjadi waktu mustajab berhubungan dengan Allah SWT. Ramadan juga bisa menjadi momen untuk meningkatkan hubungan antar manusia. Tak perlu jauh-jauh. Lingkup terkecil saja. Keluarga.

Kalau hari biasa, biasanya antara ayah, ibu, dan anak, punya kesibukan masing-masing. Jarang bertemu. Nah kalau puasa seperti saat ini, saya yakin waktu bersama keluarga akan meningkat,” jelasnya.

Selain itu, Ramadan juga menjadi waktu untuk menusia meningkatkan rasa toleransi. Bisa merasakan orang-orang diluar sana yang jarang makan. “Kalau sudah seperti ini, rasa empati akan muncul. Maka, perbanyaklah sedekah,” pungkasnya. (rd/mg5)

Jurnalis : Desduary

Editor : Junior Williandro