Beranda Utama Larangan Mudik Diberlakukan, PO Arimbi Siapkan Sopir dan Kondektur Bermental Kuat

Larangan Mudik Diberlakukan, PO Arimbi Siapkan Sopir dan Kondektur Bermental Kuat

0
Larangan Mudik Diberlakukan, PO Arimbi Siapkan Sopir dan Kondektur Bermental Kuat
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM – Meski ada larangan mudik, Perusahaan Otobus (PO) Arimbi akan tetap beroperasi saat musim libur lebaran.

Oleh karena itu, PO Arimbi akan menyiapkan sopir dan kondektur (kenek) yang bisa diajak berargumentasi dengan petugas saat dicegat di jalan.

Operasional PO Arimbi, Bambang Suteja beranggapan, pelarangan mudik yang berlangsung 6 – 17 Mei 2021 adalah sebuah kebijakan yang tidak bijak.

Menurut Bambang, akan banyak pekerja di jasa transportasi khususnya bus yang akan terdampak dengan peraturan tersebut. Terlebih, tujuan penumpang tidak bisa digeneralisasikan, karena tidak semuanya berpergian untuk mudik.

Ada saja penumpang yang memiliki keperluan lain, keluar kota misalnya karena sudah tidak bekerja di Jakarta.

“Jadi kami akan tetap setia dengan pelanggan yang punya rutinitas. Kami akan jalankan sesuai kebutuhan penumpang,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan akan membatasi operasional bus, sehingga hanya sopir dan kondektur yang bermental kuat di jalan raya yang akan diterjunkannya di saat pelarangan mudik.

Pihaknya tidak akan mengambil penumpang di terminal-terminal Ibukota, terkait pelarangan itu.

Mereka akan mengambil jalan-jalan alternatif dan jalan tikus yang tidak dijaga oleh petugas.

“Mungkin unitnya tidak terlalu banyak. Kami sudah punya konsep sendiri, rute kemana saja yang penting sampai tujuan,” bebernya.

Apabila ada bus yang dicegat oleh petugas, maka Bambang meyakini kemampuan sopir-sopirnya dan kondekturnya sudah mumpuni dalam melakukan tawar-menawar agar bisa lolos dari penyekatan.

Pihak bus juga akan kerjasama dengan penumpang agar bisa lolos dalam berbagai penyekatan.

Sebab bagaimanapun juga kata Bambang, upaya-upaya ini dilakukan semata-mata untuk kebutuhan penumpang.

“Kami punya nyali dan mental kuat, karena orang-orang di jasa angkutan ini, mental sudah tidak diragukan lagi. Nyalinya kuat. Tahan banting,” terang Bambang.

Maka dari itu Bambang berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut.

Menurut Bambang, akan jauh lebih efektif apabila pemerintah hanya membatasi operasional angkutan umum, bukan melarang beroperasi.

Ia berharap, pemerintah hanya menerapkan kebijakan 50 persen bagi operasi bus.

Dengan begitu, kontrol yang dilakukan juga lebih mudah karena masih banyak PO yang memilih untuk taat. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya