Beranda Metropolis Lebih Dekat dengan Pemilik Sanggar Cantiq (1) : Bangun Sanggar 2016, Tarif Seikhlasnya 

Lebih Dekat dengan Pemilik Sanggar Cantiq (1) : Bangun Sanggar 2016, Tarif Seikhlasnya 

0
Lebih Dekat dengan Pemilik Sanggar Cantiq (1) : Bangun Sanggar 2016, Tarif Seikhlasnya 
TAMPIL : Pendiri Sanggar Cantiq bersama murid Sanggar Cantiq selepas tampil di salah satu event, beberapa waktu lalu. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Selalu percaya akan sesuatu yang dijalankan dengan niat dan kebaikan, akan terus membawa positif vibes kepada sekelilingnya. Seperti pemilik Sanggar Cantiq, Erny Prasatyawati yang membangun sanggar membantu anak-anak yang memang memiliki bakat.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

Berawal pada 2016 silam, Erny Prasatyawati perempuan berumur 47 tahun memiliki seorang anak yang bernama Cantiq. Saat itu, Cantiq berusia tiga tahun dan mengikuti les tari di sebuah sanggar yang ada di Kota Depok.

Erny selalu memperhatikan sekelilingnya saat mengantar sang anak les tari. Dalam hatinya dia berkata, tidak semua anak bisa mengikuti les tari seperti ini. Bahkan, bisa dibilang hanya anak-anak terpilih saja yang bisa mengikuti les tari. Karena dalam les tari membutuhkan biaya yang tidak sedikit, untuk kostum tari, makeup, ujian kenaikan tingkat, dan sebagainya.

Seiring berjalannya waktu, Erny memiliki kesibukan yang saat itu tidak bisa ditinggalkan. Dan pada akhirnya, Cantiq terpaksa harus berhenti mengikuti les di sanggar tari. Namun, Erny tidak ingin bakat anaknya harus terhenti begitu saja.

Setelah berdiskusi bersama keluarga, Erny memutuskan untuk membuat sebuah sanggar yang dinamakan sanggar Cantiq, yang didalamnya fokus dalam dunia fashion dan tari (dance). Selain untuk mengembangkan bakan si Cantiq, Erny juga memiliki niat untuk membantu sesama.

Di 2016 juga, Erny membuat Sanggar Cantiq berbeda dari sanggar lainnya yang ada di Kota Depok. Perbedaan bisa dilihat dari uang bayaran per bulannya. Erny tidak mematokkan harga atau biaya per bulannya bagi para murid yang berada di sanggarnya. Dia mentarifkan Rp100 ribu bagi murid yang memang mampu membayar, sedangkan yang memang minim dalam ekonomi, Erny memudahkannya dengan bayar seikhlasnya saja.

Tidak butuh waktu lama bagi Erny untuk mengumpulkan murid di Sanggar Cantiq. Sanggar tersebut diawali dengan empat orang murid yang kemudian semakin hari semakin bertambah. Sampai akhirnya di tahun ini, Sanggar Cantiq memiliki murid sebanyak 51 anak, yang terdiri dari berbagai usia dan kalangan.

Sanggar Cantiq memiliki empat pelatih. Sebelumnya pada 2016, hanya memiliki satu pelatih, lambat laun bertambah seiring bertambahnya juga murid-murid di Sanggar Cantiq.

Sampai dengan saat ini, Sanggar Cantiq masih berdiri di rumahnya. Rumah tersebut disulap menjadi tempat tempat peristirahatan keluarganya sekaligus tempat latihan murid Sanggar Cantiq.

Erny berharap, dengan adanya Sanggar Cantiq siapa pun bisa ikut mengembangkan bakatnya dalam bidang tari. Tidak perlu takut tidak ada biaya dan lain sebagainya. “Saya juga tidak ingin membebankan murid-murid. Karena tujuan saya adalah mengembangkan bakat anak dan juga mengembangkan budaya,” tutupnya.(bersambung)

Editor : Fahmi Akbar